Selasa, 14 April 2026

Saat Memotong Kurban, Tiga Saluran Leher Harus Putus

Teknik menyembelih hewan kurban, ini juga ia pelajari langsung para pakar yang sudah berpengalaman

Penulis: nurhayati |
(nurhayati/bangkapos.com)
Ustadz H Syaiful Zuhri, bersama panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Sungailiat saat melakukan mempersiapkan sapi yang akan disembelih di Hutan Wisata Sungailiat, , Kamis (23/9/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Setelah membacakan doa Ustaz H Syaiful Zohri tanpa ragu mengayunkan parang tajam untuk menyembelih leher sapi di Hutan Wisata Sungailiat di Depan Masjid Agung, Kamis (24/9/2015).

Gema takbir yang dikumandangkan panitia pemotongan hewan kurban Masjid Agung mengiringi penyembelihan sapi tersebut.

Sudah tiga tahun ini sejak tahun 2013, Ketua Majelis Ulama Kabupaten Bangka ini, terjun langsung menyembelih hewan kurban.

Bagi Syaiful menyembelih hewan kurban harus tenang tidak terburu-buru. Sesuai Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni saluran makanan, saluran nafas dan saluran pembuluh darah yang harus putus.

"Kalau menyembelih hewan kurban seperti sapi yang susah kalau lehernya tebal, jadi harus lebih kuat menyembihnya dengan parang tajam karena sapi juga bergerak," ungkap Syaiful usai melakukan menyembelih hewan kurban kepada bangkapos.com.

Teknik menyembelih hewan kurban, ini juga ia pelajari langsung para pakar yang sudah berpengalaman menyembelih hewan kurban  diantaranya dari Almarhum H Tamar dan H Ibrahim yang sudah puluhan tahun menyembelih hewan kurban.

Baju kaos putih yang dikenakannya pun sudah terciprat noda darah sapi tidak dihiraukannya saat menyembelih hewan kurban.

Sudah empat ekor sapi dari sembilan sapi yang disembelihnya untuk Hari Raya Idul Adha tahun ini di Hutan Wisata Sungailiat ini.

Diakui Syaiful selain rutin melakukan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Sungailiat, ia juga menyembelih hewan kurban permintaan beberapa instansi seperti dari kejaksaan dan instansi lainnya.

"Tahun ini saya juga diminta pihak kejaksaan untuk melakukan pemotongan hewan kurban. Paling tidak, Jumat  harus segera dilakukan karena tidak boleh terlalu lama penyembelihan hewan kurban ini," jelas Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka ini.

Pengalaman memotong hewan kurban ini baginya memiliki nilai ibadah yang tak ternilai karena hanya mengharapkan ridha dan pahala Allah SWT.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved