Kamis, 9 April 2026

Ini Jenderal Bersuara Lantang Si Anak Medan yang Ditegur Panglima TNI

Edy lulusan Akademi Militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan.

Tribunnews/dok
Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi memimpin sertijab Sertijab Pangdivif 2 Kostrad di Malang, September lalu. 

BANGKAPOS.com - Nama Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi menjadi buah bibir, setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, menegurnya usai acara geladi HUT Ke-70 TNI, Sabtu (3/10/2015).

Panglima TNI menegur jenderal bintang tiga berdarah Medan ini, lantaran suaranya terlalu lantang saat menjadi selaku komandan upacara.

Baca: Edy Rahmayadi Jenderal Bersuara Lantang yang Pernah Ditegur Panglima TNI Kini Komandoi PSSI

Letjen Edy lahir di Sabang, Aceh, 10 Maret 1961. Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015, Edy ditugaskan menjadi Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD.

BACA: Pangkostrad Jenderal Si Anak Medan Ditegur Tak Bentak-bentak Presiden 

Edy lulusan Akademi Militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan.

Ia adalah anak dari almarhum Kapten TNI Rachman Ishaq, penduduk asli Kota Medan, suku Melayu Deli.

Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA: Gubernur Babel Dibully Facebooker Karena Ngotot Beli Innova

Sekadar mengingatkan bataliyon ini sempat bentrok dengan Brimob Polda Sumut, 30 September 2002. Akibatnya bataliyon ini sempat dikosongkan. 

Bataliyon Linud 100 merupakan pasukan pemukul Komando Daerah Militer (Kodam) Bukit Barisan yang bermarkas di Medan. Pasukannya mempunyai spesialisasi menyerang musuh dari udara. Mereka menyergap dengan cara terjun melalui helikopter atau pesawat. Mereka dianggap pasukan elite karena kemampuan tempurnya tinggi. Jumlah pasukannya sekitar 700-an personel.

Saat memimpin Kodam I/BB, Edy juga membangunkan tim sepakbola PSMS yang sebelumnya amburadul. PSMS yang awalnya "sakit", terutama dari segi finansial, bisa bangkit menjadi klub yang berkecukupan materi.

Akhirnya PSMS kembali berjaya di pentas sepak bola Indonesia dengan menjuarai Piala Kemerdekaan.(wikipedia/berbagai sumber)

Tags
HUT TNI
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved