Kuasa SPBU Curigai Sopir Punya Segel Cadangan

Ayen memastikan, ulah oknum sopir seperti ini sangat merugikan pihaknya. Apalagi kejadian seperti ini dia duga sebelumnya pernah terjadi.

Kuasa SPBU Curigai Sopir Punya Segel Cadangan
Bangka Pos / Fery Laskari
Jusli Fantara Rosul (42), sopir mobil tanki minyak Pertamina diperiksa Penyidik Reskrim, Senin (5/10/2015) malam. Oknum sopir itu dimintai keterangan atas tuduhan kencing di jalan.(fly) 

BN -- KUASA SPBU 24.33.275 Belinyu, Ayen (50) mengakui, telah memesan 16 ton premium ke Pertamina, Senin (5/10). Namun minyak itu tak kunjung tiba ke Belinyu karena sopir pengantar diamankan polisi karena kepergok "kencing" di jalan.

"Hari ini kami pesan minyak ke Pertamina 32 ton (dua mobil tangki berisi premium). Mobil tanki yang pertama (16 ton) sudah datang ke SPBU, sedangkan mobil tangki kedua (16 ton lagi) tak kunjung datang. Rupanya mobil tanki yang kedua diamankan polisi," kata Ayen, saat dikonfirmasi Bangka Pos Group melalui telepon, Senin (5/10) malam.

Ayen menyebutkan, mereka hanya sebatas pesan minyak ke Pertamina. Sedangkan siapa sopir dan jenis mobil tanki mana yang ditugaskan mengantar minyak itu dari Depo Pertamina Pangkalbalam ke Belinyu, Ayen mengaku tak tahu.

Ayen memastikan, ulah oknum sopir seperti ini sangat merugikan pihaknya. Apalagi kejadian seperti ini dia duga sebelumnya pernah terjadi.

"Selama ini kami curiga banyak kurang minyak yang datang ke SPBU kami. Tapi kami tak bisa nangkap untuk membuktikannya, jadi gimana. Begitu mobil tanki dari Pertamina datang ke SPBU kami, kondisinya masih disegel (tanki), masih utuh segel dan segala macam, jadi kami dak bisa apa-apa," katanya.

Ayen tak tahu apakah sopir punya segel cadangan sehingga mudah mengelabui pihak SPBU. Yang jelas, Ayen menyebut jika betul terbukti oknum sopir berbuat begitu, mereka sangat menyesalkannya.

"Kami tak tahu sopir dapat segel dari mana, minta tolong polisi tanya ke sopir itu," katanya.

Ayen bahkan curiga, tak hanya SPBU mereka yang jadi korban, tapi SPBU lainnya kemungkinan bisa saja diperlakukan seperti itu oleh oknum sopir tadi.

"Kami merasa dirugikan. Bisa satu drum itu hilangnya minyak. Kalikan saja Rp 7.300 perliter, berapa banyak ruginya," keluh Ayen. (fly)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved