Mantan Walikota Pangkalpinang, Kini Terbaring Lemah di Rumah Sakit
Nama Zulkarnain Karim mungkin sudah tak asing terdengar ditelinga. Khususnya bagi masyarakat kota Pangkalpinang
Penulis: Antoni Ramli | Editor: Hendra
Laporan wartawan Bangka Pos Anthoni
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nama Zulkarnain Karim mungkin sudah tak asing terdengar di telinga. Khususnya bagi masyarakat kota Pangkalpinang. Beragam prestasi dan hasil karya di persembahkan Wali Kota Pangkalpinang ini dalam dua periode kepemimpinannya.
Diawali keberanian menciptakan terobosan dan ide-ide baru membuat wajah kota Pangkalpinang semakin bewarna. Salah satu karya tangan dinginnya dikenal dengan sebutan Alun-alun Taman Merdeka yang kini menjadi icon kota Pangkalpinang.
Namun di balik keberhasilan Zulkarnain itu, mantan Direktur PDAM kota Pangkalpinang ini tersandung kasus gratifikasi tukar guling aset pemkot Pangkalpinang.
BACA: Menderita Gagal Ginjal, Mantan Walikota Pangkalpinang Telan 21 Pil Per Hari
Kamis (12/6/2014) silam, Zul sapaan akrabnya, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Negeri Pangkalpinang. Sepuluh bulan bergulir, Rabu (15/4/2015), akhirnya ketua majelis hakim memutuskan vonis hukuman 1 tahun penjara, dengan denda sebesar Rp 150 juta ditambah subsidair selama 6 bulan kepada Zul.
Namun, kondisi kesehatanya yang kian menurun pasca sidang putusan, akhirnya Kejaksaan Negeri Pangkalpinang mengeluarkan surat pembantaran pengobatan dan perawatan Zul.
Setelah sempat membaik, Rabu (29/7/2015) sore, Zul akhirnya di eksekusi ke Lapas kelas IIA Pangkalpinang. Namun beberapa jam di lapas kondisi Zul tiba-tiba drop. Karena alasan kemanusiaan akhirnya tim medis lapas kelas IIA Pangkalpinang memutuskan membawa Zul ke rumah sakit.
Ketika disambangi, Rabu (7/10/2015) pagi, Zulkarnain masih terbaring lemah di ruang Paviliun RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Pagi itu pria yang bercita-cita membangun panti asuhan ini terlihat elegan dan bersahaja mengenakan kaos polos bewarna putih dibalut kain selimut merah.
BACA JUGA: Wanita Ini Jadi Budak Seks Pria Bangladesh agar Video Syurnya Tak Beredar
Tubuh pria beranak empat itu terlihat lusuh dan mengeriput. Perban bekas selang infus masih menancap dilengan pria yang kini memiliki berat badan 65 kilogram itu. Tumpukan buku dan ayat suci al-quran menjadi teman pengisi waktu luang selama menjalani perawatan.
Tak ada perawatan khusus di ruang rawat yang di huni Zul. Dengan penuh kasih sayang sang istri Hj Sunarsih Razak dibantu kerabatnya Husni merawat dan menjaga Zul.
BACA JUGA: Kapal Negara Buatan Industri Galangan Kapal Babel Sukses Diluncurkan
Zul mengatakan dirinya dirawat selang beberapa jam di eksekusi pihak kejaksaan. Menurut Zul kebijakan itu dikeluarkan pihak lapas, mengingat kondisi Zul kala itu drop total.
" Kalau dihitung saya mulai dirawat kurang lebih hampir 70 hari, selang beberapa jam dieksekusi. Setelah diteliti tim medis lapas ternyata kondisi saya memburuk. Alasan kemanusiaan akhirnya mereka pun menyarankan supaya saya di rawat," ungkap Zul.