Kekeringan, Petani Mencuci Lada di Sungai Jembatan 12
Kemarau panjang yang telah terjadi sejak empat bulan hingga kini memicu kekeringan yang cukup dirasakan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Resha Juhari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kemarau panjang yang telah terjadi sejak empat bulan hingga kini memicu kekeringan yang cukup dirasakan di sejumlah daerah di Bangka Belitung.
Tidak hanya sumur-sumur air bersih, sungai-sungai pun ikut mengering, Kamis (8/10/2015).
Petani lada mulai merasakan dampak kekeringan itu, Karena sangat membutuhkan air sungai untuk merendam dan mencuci lada mereka.
Seperti yang dialami oleh Muklis petani Lada asal Air Buluh, Penagan, Kecamatan Mendobarat, Bangka.
Ia harus membawa ladanya ke Pangkalpinang dan mencucinya di Sungai Jembatan 12, Pangkalpinang.
"Kondisi sungai di Air Buluh sudah kering susah cari air dan juga banyak pencurian, tidak memungkinkan untuk merendam dan mencuci lada kita. Jadi saya membawanya ke Pangkalpinang dan mencucinya di sungai Jembatan 12 ini." ucap dia.
Meskipun kondisi air Jembatan 12 juga sama keruhnya, tetapi Muklis bersama ketiga saudaranya masih tetap memilih sungai itu untuk mencuci lada.
Normalnya mencuci lada harus dengan air bersih dan mengalir agar kualitas lada tetap bersih dan putih.
"Kalau dengan kondisi seperti ini, Harga jual lada menurun Rp.2000 per kilogram. Karena butir lada tidak bersih seperti biasanya. Ini juga kita pakai detergen pencuci baju agar bisa bersih." tutup Muklis. (Resha Juhari)