Nelayan Terganggu TI di Teluk Bayur, Polsek Tidak Mampu Menertibkan

Rudi, nelayan di Kawasan eks Lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih mengeluhkan aktivitas tambang

Nelayan Terganggu TI di Teluk Bayur, Polsek Tidak Mampu Menertibkan
bangkapos.com/deddy marjaya
Penertiban TI rajuk

PANGKALPINANG, BN -- Rudi, nelayan di Kawasan eks Lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih mengeluhkan aktivitas tambang Inkonvensional (TI) rajuk di alur sungai yang biasa mereka lalui.

Selain merusak dan memutuskan alur sungai, aktivitas tambang juga berdampak pada pendangkalan alur.

"Kami terima dampaknya. Lokasi mereka kerja tak jauh dari jalur keluar kami ke laut," kata Rudi, ditemui di dermaga Nelayan, Senin (12/10) sore.

Pantauan harian ini, sedikitnya ada enam ponton TI rajuk yang bersandar di sekitar belakang wisma eks Teluk Bayur.

Sejumlah pekerja tampak berdiri di atas ponton, sebagian dari mereka terlihat sibuk memperbaiki ponton.

Kapolsek Bukit Intan Kompol Siswo Dwi Nugroho mengaku baru menerima informasi munculnya lagi aktivitas tambang di kawasan tersebut.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bangka ini menduga, ponton-ponton TI rajuk tersebut berasal dari pergeseran dari aliran sungai Ampui.

"Saya baru dengar. Setelah dicek ternyata benar ada sejumlah ponton yang beroperasi di situ," ujar Siswo, Senin (12/10).

Menurut Siswo temuan dan keberadaan ponton-ponton ini akan dilaporkan ke jajaran Polres.

Sebab, kata dia Polsek tidak mampu menindak sendiri, mengingat keterbatasan jumlah personil.

"Kalau kami sendiri yang nertibin, tidak mungkin karena personil kami terbatas. Paling bersama tim gabungan seperti biasanya," ujarnya. (L3)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved