Polisi Tangkap Dukun Cabul, Pasien Diminta Bugil Saat Diurut

Rangkeh dikenal sebagai seorang dukun urut dan dukun penyembuh penyakit struk.

Polisi Tangkap Dukun Cabul, Pasien Diminta Bugil Saat Diurut - ilustrasi-cabul-2.jpg
Shutterstock
Ilustrasi

Seorang dukun bernama Rangkeh (54) ditangkap polisi karena dituduh telah menghamili dan melarikan pasiennya sebut saja namanya Bunga, gadis Muaro Jambi berusia 17 tahun. Dia ditangkap pada Sabtu (17/10) lalu di Kawasan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat, Jambi.

BN -- Rangkeh dikenal sebagai seorang dukun urut dan dukun penyembuh penyakit struk. Julukan inilah yang kemudian membuat LS terjerat, hingga ia kehilangan mahkotanya dan bahkan hamil.

Menurut keterangan polisi, Rangkeh malah sudah tiga kali melakukan aksi tak senonohnya ini. Selama ini dia hidup berpindah-pindah dan selalu ganti namanya. LS merupakan korban terakhirnya.

Dari cerita yang didapat, ibu korban lebih dulu mengenal pelaku. Ibunya LS bahkan sempat menjadi pasien urut pelaku. Berawal dari pengalama itulah, pada akhir 2014, LS terjatuh dari sepeda motor dan terkilir. Korban lantas dibawa ibunya berurut kepada Rangkeh.

Mulanya, Rangkeh menjalankan profesinya secara profesional dan rasa sakit korban berkurang. "Dia (korban) jatuh dari motor, jadi saya yang urut," ungkap Rangkeh membuka cerita saat ditemui di Mapolres Senin (19/10).

Karena rasa sakit korban berangsur sembuh dan tidak ada kecurigaan, keluarga korban melepas LS untuk berurut yang kedua kalinya sebagai langkah penyembuhan.

Tapi, Rangkeh sudah mulai memperlihatkan kenakalannya. Ia meminta korban membuka baju, agar seluruh tubuh korban diurut dengan alasan ditakutkan jika ada organ tubuh lainnya yang terkilir. Dengan polosnya korban melucuti bajunya dengan harapan diurut secara profesional.

Rangkeh menjalankan aksinya mencabuli korban, dan mengancam korban dengan pisau agar mau melayani nafsu bejatnya.

Terungkapnya kasus ini, setelah orangtua korban melaporkan anaknya telah hilang sejak Februari lalu. Setelah polisi melakukan penyelidikan, ternyata LS dibawa kabur oleh pelaku. Belakangan, kepolisian mengetahui tempat persembunyian Rangkeh di kawasan Tebing Tinggi.

"Saat kami lakukan penangkapan, korban juga berada di sana," ungkap Ipda Nopem, Kanit Pidum, Reskrim Polres Muaro Jambi, Senin (19/10).

Korban menuruti kehendak pelaku karena diancam menggunakan pisau. Selain menggauli korban, Rangkeh juga membawa korban kabur selama delapan bulan dan tinggal serumah di kawasan Tebing Tinggi.

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut Nopem, tersangka sudah tiga korban yang dicabulinya. Tapi, dua korban lainnya tidak ada laporan. Dalam menjalankan perannya sebagai dukun, tersangka selalu gonta-ganti nama. Selain Rangkeh, tersangka juga dikenal dengan Agung dan Joko. (tribun jambi)

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Babel News, edisi Selasa, 20 Oktober 2015.

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved