Dalam SPDP, Nama Risma Disebut Sebagai Pelaku

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memastikan status Tri Rismaharini dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 28 Mei 2015

Dalam SPDP, Nama Risma Disebut Sebagai Pelaku
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Tri Rismaharini (tengah) didampingi Whisnu Sakti Buana (kiri) dan Armuji (kanan), menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melanggar kontrak, saat menghadiri sosialisasi pemenangan Risma-Whisnu dan pembekalan saksi di Gedung Wanita Kalibokor Surabaya, Jumat (23/10/2015). Risma menyatakan keheranan atas beredarnya informasi yang menyatakan dirinya menjadi tersangka terkait Pasar Turi. 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memastikan status Tri Rismaharini dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 28 Mei 2015 bukan terduga tapi pelaku.

Asisten Pidana Umum Kejati Jatim, Andik M Taufik, menegaskan SPDP mencantumkan nama kronologi, pelapor, dan pelaku.

Tidak ada penyebutan terduga atau yang diduga.

Istilah pelaku dalam hukum berarti tersangka.

“Dalam SPDP, nama Risma disebut sebagai pelaku. Dalam projusticia, pelaku sama dengan tersangka. Jadi tidak ada istilah terduga,” kata Andik kepada Surya di Surabaya, Sabtu (24/10/2015).

Menurut dia, prosedur penulisan SPDP kasus Risma juga berlaku dalam kasus lain.

Secara umum, penyerahan SPDP tidak bersamaan dengan penyerahan berkas. (Surya)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved