Siswa MAN Model Belajar Jurnalistik di Bangka Pos Group
"Dari mana duitnya, untuk siapa dan berapa harga mobil. Tidak setuju kalau beli sebanyak itu," ungkap seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
Penulis: Alza Munzi | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - "Dari mana duitnya, untuk siapa dan berapa harga mobil. Tidak setuju kalau beli sebanyak itu," ungkap seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Pangkalpinang saat mengikuti kunjungan jurnalistik ke kantor redaksi Bangka Pos Group, Selasa (27/10/2015).
Pertanyaan itu disampaikan saat diminta menanggapi sebuah berita yang terbit di harian Bangka Pos. Beragam komentar keluar dari siswa setingkat SMA/SMK ini dan cenderung kritis.
Puluhan siswa ini tertarik menekuni jurnalistik sekolah dan selama beberapa tahun ini sudah terbit majalah sekolah bernama Ar Rasyid, yang terbit tiga bulan sekali.
Sebelum berkunjung ke Bangka Pos, selama dua hari mereka berlatih jurnalistik di sekolah dengan pemateri News Manager Bangka Pos Group Dodi Hendriyanto.
"Kami sudah belajar konsep berita, apa itu berita, cara menyusun dan menulis berita termasuk teknik meliput berita," kata seorang siswa peserta pelatihan.
Di kantor redaksi Bangka Pos Group, siswa dikenalkan proses pembuatan berita mulai dari proyeksi pagi hingga editing yang dilakukan redaktur pada malam hari.
Siswa sangat antusias saat melihat ruang percetakan koran terutama mesin cetak buatan Amerika. Gulungan kertas tersusun rapi di sekitar mesin juga menarik perhatian karena ukurannya sangat besar.
"Kami berharap para siswa ini lebih memahami seluk beluk jurnalistik dari dekat. Mulai dari berlatih membuat berita, proses editing sampai percetakan koran. Semoga mereka lebih giat membaca dan menulis," kata ketua kegiatan Permana didampingi Mawaddah, Dwi Saprida, Rusdi, Ahmad Syukri, Elvera.
Para guru ini bertugas mendampingi siswa termasuk mengarahkan dalam penyusunan berita di majalah sekolah.
Linda, Pemred Ar Rasyid Magazine mengatakan, pelatihan jurnalistik membuka wawasannya tentang penyusunan berita, peliputan dan menulisnya.
"Dari kelas 11 mulai senang menulis. Kesulitan yang dihadapi menentukan lead dan membuat judul," kata pelajar dari Kampung Zed, Kecamatan Mendobarat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/man-belajar-jurnalistik-di-bangka-pos_20151027_122338.jpg)