Breaking News:

Mengenang Pak Raden

Inilah Penyesalan Bu Raden Sepeninggal Suaminya

"Begitu semalam teman saya SMS. 'Mantan suamimu' meninggal, saya enggak kepikir Pak Raden awalnya. Dan ternyata benar," tambahnya.

KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
Widyaningsih alias Bu Raden usai melayat di kediaman Pak Raden, Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015) pagi. 

BANGKAPOS.com -- Widyaningsih, pengisi suara karakter boneka Bu Raden dalam serial program Si Unyil yang populer pada era 1980-an, mengaku sedikit menyesal ketika mengetahui "suaminya" Pak Raden atau drs Suyadi meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2015).

"Terakhir komunikasi sudah lama. Saya menyesal sekali, sudah lama tidak komunikasi dengan dia," tuturnya sambil menitikkan air mata usai melayat di kediaman Pak Raden, Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015) pagi.

"Begitu semalam teman saya SMS. 'Mantan suamimu' meninggal, saya enggak kepikir Pak Raden awalnya. Dan ternyata benar," tambahnya.

BACA: Karya Pak Raden Melegenda tetapi Kondisi Ekonominya Morat-marit

Ketika Si Unyil tayang, Widyaningsih dan Suyadi begitu dekat layaknya keluarga. Bahkan, sampai ia dikira istri asli pria yang dikenal dengan belangkon, beskap, dan kumis tebalnya itu.

"Karena Pak Raden keras. Sedangkan saya bisa membuat dia tenang," ucapnya mengenang.

Widyaningsih mengatakan, Suyadi dengan karakter Pak Raden yang sudah melekat puluhan tahun tak ada duanya dan tak akan pernah tergantikan.

BACA: Pak Raden Belum Sempat Selesaikan Lukisan Terakhir

"Pak Raden susah dicari gantinya. Dia begitu perhatian kepada kami semua. Sudah kayak keluarga. Pak Raden sulit dicari. Tapi saya senang di hari tua dia dapat penghargaan. Berkesenian, dia mau Si Unyil tetap sama. Dia mau Unyil abadi. Saya bersyukur ternyata Unyil masih banyak penggemar," kata dia.

"Semoga dapat tempat yang baik, dan akan selalu dikenang. Selamat jalan Pak Raden. Bapak tersayang," ucapnya yang lagi-lagi menitikan air mata.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved