Kamis, 9 April 2026

Demi Beli Benang Tenun, Magdalena Rela Menjadi Pembantu

Keterbatasan ekonomi membuat Magdalena tidak putus asa untuk menjadi seorang penenun kain.

Editor: Hendra
Bangka Pos / Nordin
Mahdalena menunjukan kain tenun yang dibuatnya, Senin (2/11/2015) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keterbatasan ekonomi membuat Magdalena tidak putus asa untuk menjadi seorang penenun kain. 

Dia mencoba membuat berbagai kreasi warna, motif serta bahan kain tenunannya.

Tak sedikit biaya yang harus dikeluarkannya untuk mengubah dan menambah kreasi tenunnya. Terkadang, dia harus rela menjadi pembantu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan bahan tenunannya.

Hal tersebut dilakukannya kurang lebih sekitar tiga bulan. Tanpa diketahui oleh keluarga dan anak-anaknya. Demikian saat ia mengingat masa-masa sulit membuat kain tenunan.

"Saya ingat betul ketika itu, benang tidak ada keluarga yang tahu saya berangkat ke Palembang. Kemudian bekerja disana sebagai pembantu dan hasilnya dibelikan benang dan ongkos pulang ke Muntok," cerita Mahdalena kepada bangkapos.com, Senin (2/11/2015)

Selain itu dirinya juga pernah membuat kain tenun tanpa di bayar. Upah yang diterimanya pertama sekitar Rp 40 ribu.

"Waktu masih belajar, kalau hasilnya bagus serahkan ke pemilik alat. Namun misalkan salah tidak dipermasalahkan," kenang salah seorang warga Muntok Bangka Barat ini.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved