Pesawat Rusia Patah di Udara Sebelum Jatuh

Pejabat senior di Komite Penerbangan Interstate Rusia menyebut bahwa pesawat Airbus 321 yang jatuh di Mesir patah saat berada di udara.

Pesawat Rusia Patah di Udara Sebelum Jatuh
AP Photo/Tatiana Belyakova
Dalam foto bertanggal 20 Oktober 2015 ini terlihat pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia saat di Bandara Domodedovo, Moskwa. 

BANGKAPOS.COM, MOSKWA - Pejabat senior di Komite Penerbangan Interstate Rusia (MAK) menyebut bahwa pesawat Airbus 321 yang jatuh di Mesir patah saat berada di udara.

Hal itu menyebabkan kecelakaan maut yang menewaskan tujuh awak dan 217 penumpang di pesawat milik maskapai asal Rusia, Kogalymavia.

"Disintegrasi itu terjadi di udara dan fragmen patahan menyebar di area yang luas," kata Kepala MAK, Viktor Sorochenko yang dilansir kantor berita RIA-Novosti di Kairo, seperti dikutip dari AFP Minggu (1/11/2015).

BACA: Remaja Hamil Pesta Pil Koplo Bareng Pacar

Meski begitu, Sorochenko mengatakan bahwa "terlalu awal untuk membuat kesimpulan" mengenai penyebab kecelakaan.

MAK merupakan badan yang menginvestigasi kecelakaan pesawat tersebut. Adapun Sorochenko ditunjuk Pemerintah Rusia untuk memimpin sejumlah ahli kecelakaan udara melakukan penyelidikan di Mesir.

Penyelidikan internasional dimulai dengan mencari tahu alasan pesawat turun dan mengurangi ketinggian.

Pejabat Kementerian Darurat Rusia pun menyatakan, pihaknya menyusuri area seluas 16 kilometer persegi di kawasan terpencil di Semenanjung Sinai, tempat jatuhnya pesawat, sebagai bagian dari investigasi.

BACA: Gadis 16 Tahun Dirayu Teman BBM Diminta Foto Bugil

Hingga saat ini, kotak hitam pesawat itu telah ditemukan dan masih dianalisis.

Pesawat dengan nomor registrasi KGL-9268 itu terbang menuju St Petersburg, Rusia, dari resort wisata Sharm El-Sheik, Sabtu (31/10/2015).

LIKE: Facebook Bangkapos dan FOLLOW Twitter @Bangkapos

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved