Rabu, 8 April 2026

Letusan Gas Air Mata di Halaman Kantor Gubernur Babel

Letusan senjata gas air mata membuat suasana mencekam. Tidak hanya menampilkan situasi ricuh, juga disimulasi teknik antisipasi serangan fajar.

Penulis: Evan Saputra |
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Massa bubar saat mobil water canon menembakkan air dalam simulasi pengamanan Pilkada, Selasa (27/10/2015) di halaman Polda Babel 

Polisi Antisipasi Serangan Fajar

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Polda Babel menggelar simulasi pengamanan Pilkada di halaman Kantor Gubernur Babel, Selasa (3/11).

Peserta adalah polisi berseragam dan sipil. Dalam simulasi, digambarkan suasana ricuh dari massa yang mengamuk.

Letusan senjata gas air mata membuat suasana terkesan mencekam. Tidak hanya menampilkan situasi ricuh, juga disimulasi teknik antisipasi serangan fajar.

Simulasi ini digelar karena serangan fajar kerap diperbincangkan masyarakat namun jarang terungkap.

Gubernur Babel Rustam Effendi mengatakan Polda Babel sudah siap melakukan pengamanan Pilkada 2015.

Dia berharap Pilkada di empat kabupaten berlangsung aman dan dapat berjalan dengan lancar.

"Saya rasa Polda Babel sudah siap antisipasi pengamanan Pilkada. Ya, saya harapkan Pilkada di kita aman dan terkendali dengan kesiapan pengaman dari Polda Babel," katanya.

Mengenai antisipasi serangan fajar, Rustam setuju pihak kepolisian aktif. Menurutnya, politik uang kerap mewarnai proses pemilihan kepala daerah atau legislatif. Laporan dari aparat kepolisian, ujarnya, sangat dibutuhkan untuk mengatasi serangan fajar.

Disebutkan Rustam, praktik serangan fajar tidak mendidik masyarakat untuk berdemokrasi. Cara ini menurutnya tidak perlu dilakukan untuk menjaga demokrasi tetap baik.

"Politik uang tidak mendidik, para calon seharunya tidak menggunakan cara ini untuk menang. Ini memberikan pelajaran kurang bagus terhadap demokrasi kedepan. Kalau awal sudah tidak jujur nanti tidak jujur selanjutnya," ungkapnya.

Sejauh ini, kata Rustam, kondisi masyarakat di Babel sangat baik. Ia menilai tidak ada potensi ricuh di provinsi ini.

Kapolda Babel Brigadir Jenderal Gatot Subiyaktoro mengatakan 1.000 personil dilibatkan dalam simulasi tersebut.

Simulasi tersebut untuk melihat sejauh mana kesiapan anggota melakukan pengamanan jika terjadi konflik pada Pilkada Desember 2015 mendatang.

"Kurang lebih ada 1.000 personil yang kita libatkan dalam simulasi pengamanan Pilkada 2015. Kita sudah lihat sama-sama bagaimana simulasi tadi, saya rasa semua anggota sudah siap apabila nanti dalam Pilkada terjadi konflik," ujar dia.

Kapolda menambahkan, anggaran yang mereka ajukan untuk pengamanan empat Pilkada yakni Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur hanya Rp 4 miliar.

Menurutnya anggaran itu nanti akan di bagikan ke empat Polres yang menyelenggarakan Pilkada.(*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved