RSBT Survei Simulasi Akreditasi Versi 2012

PT Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang melaksanakan Survei simulasi Akreditasi Versi 2012, Rabu (4/10).

RSBT Survei Simulasi Akreditasi Versi 2012
bangkapos.com/Khamelia
Tim surveior memberikan penjelasan sebelum dilaksanakan survei simulasi akreditasi versi 2012. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- PT Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang melaksanakan Survei simulasi Akreditasi Versi 2012, Rabu (4/10).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tim Surveior yaitu surveior pembimbing manajemen, dr. Sudasri, MHA, surveior pembimbing medis, dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ,MARS dan surveior pembimbing keperawatan, Poniwati Yacub, SKM.

Survei Simulasi Akreditasi merupakan penilaian untuk mengukur pencapaian dan cara penerapan standar pelayanan rumah sakit, dilakukan oleh surveior akreditasi dari lembaga independen pelaksana Akreditasi (Komisi Akreditasi Rumah Sakit).

Surveior Akreditasi merupakan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan dalam bidang Akreditasi untuk melaksanakan survei Akreditasi.

Kegiatan ini dimulai dengan presentasi tentang program PMKP (peningkatan mutu dan keselamatan pasien) dan MDG's (millenium development goal's) oleh Direktur RSBT, dr. Adi Sucipto, Sp.B. Dilanjutkan dengan survei oleh ketiga surveior kepada unsur rumah sakit dan pasien rawat inap.

dr. Adi Sucipto menuturkan survei simulasi akreditasi versi 2012 ini merupakan persiapan dari survei sebenarnya menuju akreditasi versi 2012 PT RSBT.

"Survei ini kami anggap survei sebenarnya, karena kami fokus ingin maju, bimbingan menuju akreditasi ini sudah kita lakukan sejak dua tahun lalu," ungkap dr. Adi.

Dijelaskannya, akreditasi rumah sakit bertujuan untuk menentukan apakah rumah sakit memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan.

"RSBT menargetkan akreditasi paripurna, dengan harapan bisa menjadi rumah sakit pilihan dan rujukan, saat ini juga kita banyak melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas," paparnya.

Ditambahkannya, Akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu suatu rumah sakit, yang sekaligus berperan sebagai sarana manajemen.

Penetapan status Akreditasi nasional dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berdasarkan rekomendasi dari surveior Akreditasi.

Selain memberikan rekomendasi penetapan status Akreditasi nasional, surveior Akreditasi harus memberikan rekomendasi perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan oleh rumah sakit untuk pemenuhan standar pelayanan rumah sakit.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved