Ada Tambang di Teluk Kelabat, Habitat Siput Gonggong Bisa Punah

Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi mengaku heran kenapa wilayah Teluk Kelabat bisa menjadi tempat penambangan.

Ada Tambang di Teluk Kelabat, Habitat Siput Gonggong Bisa Punah
Bangka Pos / Iwan S
Perwakilan masyarakat Belinyu saat menyampaikan aspirasi penolakan KIP masuk Teluk Kelabat ke DPRD Babel, Kamis (5/11/2015) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi mengaku heran kenapa wilayah Teluk Kelabat bisa menjadi tempat penambangan.

Pasalnya kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu habitat siput khas Bangka yaitu siput gonggong.

"Siput gonggong satu-saatunya bisa ditemukan disitu. Jadi saya heran juga bisa jadi tempat aktifitas penambangan," ungkap Amri Cahyadi saat menerima perwakilan masyarakat Belinyu yang menolak rencana masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) di dalam Teluk Kelabat, Kamis (5/11).

(BACA : 38 KAPAL ISAP TIMAH MENAMBANG DI LAUT BANGKA BELITUNG)

Sehubungan dengan adanya aspirasi penolakan dari masyarakat tersebut, menurut Amri dirinya akan merekomendasikan ke Komisi III DPRD Babel untuk memanggil PT Timah.

"Bisa tidak keluar dari situ.Tolong daerah itu dijaga. Tapi kita percaya seperti pengalaman di Bangka PT Timah berhenti kalau ada komunikasi‎. Kita juga akan surati bupati apakah Perda konservasi itu ada," ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Bangka Dapil Belinyu-Riausilip Herman CH menegaskan dirinya bersama masyarakat Belinyu menyatakan "perang" jika Kapal Isap Produksi (KIP) tetap beroperasi di dalam Teluk Kelabat.

Menurutnya, ia bersama masyarakat Belinyu sejak kecil hidup dan dihidupi oleh Teluk Kelabat, untuk itu kelestarian kawasan terasebut harus tetap dijaga.

Halaman
12
Penulis: tidakada016
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved