Masuk Wilayah Konservasi, Teluk Kelabat Tak Boleh Ditambang

Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi mengungkapkan kawasan Teluk Kelabat yang rencananya akan di masuki Kapal Isap Produksi (KIP)

Masuk Wilayah Konservasi, Teluk Kelabat Tak Boleh Ditambang
Bangka Pos / Iwan S
Suasana audiensi penyampaian aspirasi penolakan KIP di dalam Teluk Kelabat oleh perwakilan masyarakat Belinyu di DPRd Babel, Kamis (5/11/2015). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi mengungkapkan kawasan Teluk Kelabat yang rencananya akan di masuki Kapal Isap Produksi (KIP) merupakan kawasan konservasi. Karenanya tidak boleh diganggu oleh penambangan.

"Tadi saya kontak kepala BLH kita dan menanyakan kondisi itu dan Teluk Kelabat betul kawasan konservasi dan ada Perdanya. Kalau ada Perda otomatis tidak boleh diganggu," ungkap Amri dihadapan perwakilan masyarakat belinyu yang menyampaikan aspirasi penolakan beroperasinya KIP di Teluk Kelabat, Kamis (5/11/2015).

BACA: Warga Cianjur Ini Terpaksa Masak Batu untuk Redakan Tangis Anak-anaknya

Sementara Kadistamben Babel Suranto Wibowo mengungkapkan ‎wilayah Teluk Kelabat merupakan salah satu izin usaha penambangan PT Timah Tbk.

"Saya belum dapat Perda mengenai penetapan Teluk Kelabat sebagai kawasan konservasi. Kecuali yang di darat seperti HP, HL. Saya akan perbaiki data dan surati PT Timah karena ada wilayah yang tidak bisa di CNC salah satunya wilayah konservasi. Tapi kami perlu data. Kalau Perda kami tidak punya datanya. Kalau masuk wilayah konservasi dengan Perda bisa dikeluarkan dari IUP," ungkap Suranto.

BACA: Tyas Mirasih Blak-blakan Soal Tarif Rp 20 Juta untuk Mengencaninya

Sehubungan adanya penolakan masyarakat terhadap rencana masuknya KIP ke dalam Teluk Kelabat, Suranto mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikannya dengan PT Timah.

"Untuk kedepan kita akan koordinasikan dengan PT Timah bahwa KIP ditolak masuk Teluk Kelabat dan sebagai inspektur tambang akan menjaganya," ujarnya.

Baca berita selengkapnya hanya di Harian Cetak Bangka Pos dan Babel News

Dapatkan berita-berita terkini kami di www.bangka.tribunnews.com 

Akses melalui Facebook dengan mengunjungi halaman Bangka Pos -----> Silakan Klik LIKE/SUKA

Berita terbaru kami dapat juga diakses melalui Twitter dengan cara Klik FOLLOW di @bangkapos


Penulis: tidakada016
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved