Minggu, 12 April 2026

Pemerintah Tidak Jadi Naikkan Tarif Listrik 1 Januari 2016

Pemerintah mulai bimbang untuk menaikan tarif dasar listrik dan mencabut subsidi pada sebagian pengguna.

Editor: edwardi

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah mulai bimbang untuk menaikan tarif dasar listrik dan mencabut subsidi pada sebagian pengguna.

Padahal hal tersebut sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Dalam rapat kabinet terbatas hari ini, Rabu (4/11/2015) Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk menghitung ulang rencana kenaikan tarif dasar listrik pada pelanggan 450 watt dan 900 watt.

BACA: PNS Kepergok Selingkuh di Rumah Kontrakan Digiring ke Kantor Trantib

Sumber keraguan Jokowi dalam menetapkan tarif dasar listrik terkait data masyarakat yang berhak menerima subsidi. Sebelumnya, dalam APBN 2016 masyarakat yang berhak menerima hanya sebanyak 24,7 juta rumah tangga, dari sebelumnya 44 juta rumah tangga.

Jokowi minta data tersebut kembali direkonsiliasi dengan data keluarga miskin dan rentan miskin.

"Rekonsiliasi penting agar kebijakan subsidi listrik benar-benar tepat sasaran," ujar Jokowi, Rabu (4/11/2015) di Kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

BACA: Inilah Jenderal yang Jadi Komisaris di Perusahaan Sawit yang Dituding Bakar Hutan

Karena harus menghitung ulang, maka pemerintah tidak akan memberlakukan tarif listrik baru tepat pada tanggal 1 Januari 2016.

Sebelumnya, pemerintah sudah menyiapkan tarif untuk rumah tangga pengguna 900 watt, yang dianggap tidak berhak mendapatkan subsidi.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) SUdirman Said mengaku pihaknya perlu waktu untuk mengevaluasi paling lama enam bulan. Pihaknya akan menyesuaikan kembali data pelanggan PLN dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

BACA: Paman Tergoda Cabuli Ponakan Gara-gara Lihat Celana Dalam

Tujuannya, supaya ada kesamaan data antara jumlah penduduk miskin dan data pelanggan. Sudirman menegaskan tidak akan kenaikan tarif untuk golongan 450 watt. Kenaikan mungkin akan berlaku bagi pengguna 900 watt.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved