Ratusan Warga Bakar Truk Batubara Lalu Usir Kapolsek dan Kapolres
Ratusan warga Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan murka, Minggu (8/11)
Lakalantas Picu Pembakaran dan pengrusakan 11 Truk
PRABUMULIH, BN - Ratusan warga Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan murka, Minggu (8/11) menjelang siang. Mereka membakar satu unit truk angkutan batubara.
Bahkan Kapolres Parabumulih dan Kapolsek Prabumulih Timur yang datang untuk menenangkan pun mereka usir.
Kemarahan warga dipicu oleh tertabraknya empat warga setempat oleh truk warna kuning B 9871 UY yang dikemudikan Muhyadi (53) sekitar pukul 10.00. Berntung sang supir berhasil diselamatkan ke kantor Polres Prabumulih oleh polisi.
Satu dari empat korban tabrakan yakni Yogi Nandes (22) tewas di lokasi kejadian. Sedangkan tiga lainya Nopen (33), Anasuryani (30) istrinya serta mereka Ahmad Fahri (3), mengalami luka serius dan dirujuk ke RSUD Prabumulih. Nopen merupakan kakak kandung dari Yogi Nandes.
Tidak hanya membakar truk yang menabrak hingga tewas perempuan malang itu, ratusan massa yang melakukan aksi sweeping dan penghadangan terhadap truk-truk batubara yang melintas bahkan menghancurkan sebanyak 10 unit truk batubara.
Warga yang sudah terprovokasi bahkan mengusir petugas TNI, Polri dan wartawan yang meliput. Tak tanggung-tanggung, Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Sugeng Pranoto yang datang ke lokasi untuk meredam amuk massa bahkan nyaris menjadi korban amukan warga.
Tidak hanya sampai di situ saja, Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa dan Kepala Kesbanglinmas Pemkot Prabumulih, Marthodi yang merupakan warga asli Tanjung Raman tak luput dari pengusiran warga.
Warga yang terprovokasi menuding polisi penyebab kecelakaan, lantaran menertibkan para pelaku pungli sehingga membuat arus lalulintas di kawasan tersebut tak terkendali.
Hingga sore kemarin, situasi lokasi masih memanas. Sementara polisi mengumpulkan kekuatan termasuk menyiagakan satu unit kendaraan water canon untuk membubarkan warga.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu bermula ketika Nopen dengan yang mengemudikan motor Yamaha Vega R BG 5191 CD berbonceng empat bersama istrinya Ansuryani, anaknya Ahmad Fahri dan korban Yogi Nandes hendak mandi. Nahasnya, mereka ditabrak dari belakang truk yang dikemudikan oleh Muhyadi tersebut.
Yogi Nandes yang mengalami luka parah di kepala tewas di tempat kejadian, sementara kakaknya Nopen mengalami luka lecet dan lebam di tangan, kaki serta di sekujur tubuhnya, begitupun Ansuryani dan anaknya.
Petugas kepolisian yang mengetahui kejadian saat itu langsung mengamankan sang sopir dan hendak membawa kendaraan pelaku dan korban ke kantor polisi.
Namun waga yang sudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu lalu membakar truk dan melakukan sweeping truk-truk batubara hingga ke Terminal Baru tepatnya kantor Dishubkominfo Jalan Lingkan.
"Saya belum bisa berkomentar karena belum melakukan olah TKP, jelasnya sekarang kami akan mengupayakan meredam amuk warga dulu," kata Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa. (tribun sumsel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/truk-dibakar_20151109_091939.jpg)