Takut Disangka Teroris, Pria Mabuk Masuk Semak Saat Razia Kosan

Pria tersebut nekat menerobos semak-belukar, meninggalkan perempuan satu rumah dengannya. Kejadian itu berlangsung saat Tim Polsek Merawang

bangkapos.com/Fery Laskari
Razia Kos-Kosan di Desa Pagarawan Oleh Polsek Merawang 

MERAWANG, BN -- Seorang pria tiba-tiba berlari kencang keluar dari pintu belakang sebuah kontrakan di Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Bangka.

Pria tersebut nekat menerobos semak-belukar, meninggalkan perempuan satu rumah dengannya. Kejadian itu berlangsung saat Tim Polsek Merawang dan aparat desa setempat menggelar razia, Sabtu (7/11) malam.

"Kontrakan di belakang rumah makan Citrate Rasa (Pagarawan) ditemukan laki-laki dan perempuan yang diduga bukan suami istri dalam satu rumah. Namun laki laki tersebut melarikan diri lewat pitun belakang rumah ke arah semak belukar," kata Kapolsek Merawang AKP Joko Handono, Minggu (8/11) malam.

Razia pada Sabtu malam itu menurut Kapolsek bertujuan sebagai upaya pendataan kos-kosan serta kontrakan di wilayah Desa Pagarawan.

"Saya bersama 15 anggota Polsek Merawang serta Kepala Desa Pagarawan, seluruh kepala dusun, BPD, dan perangkat desa bersama-sama saat razia malam minggu itu," katanya.

Kapolsek mengatakan, petugas langsung memeriksa rumah kontrakan tempat seorang pria kabur tadi. Di dalam rumah tersebut selain ditemukan seorang perempuan, dan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Force One tanpa nomor polisi warna hitam.

"Motor ini kemudian kami amankan ke Polsek Merawang," katanya.

Setelah mendata perempuan di dalam kontrakan dan memeriksa seisi rumah itu, Kapolsek dan Kepala desa serta anggota tim, melanjutkan razia ke kontrakan lainnya. "Kami lakukan pendataan setiap penghuni kontrakan atau kos-kosan di desa ini," katanya.

"Setelah razia kontrakan dan kos kosan di Desa Pagarawan, razia dilanjutkan ke belakang Kantor Camat Merawang, dan ditemukan pemuda yang sedang nongkrong sambil mabuk-mabukan minum miras jenis arak," katanya.

Pemuda ini langsung diamankan oleh polisi, berikut kendaraannya karena tanpa dilengkapi kelengkapan maupun dokumen.

"Mereka adalah warga Desa Baturusa, kami amankan untuk kemudian kami lakukan pembinaan dan pendataan. Mereka ada delapan orang masing-masing Hl (24), Mm (21), Ap (17), Ir (22), Ad (22), Zu (19), Rn (16), Is (17)," kata Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan, razia akan rutin digelar pada waktu dan tempat yang belum ditentukan. Tujuannya untuk mendata setiap penghuni kontrakan atau kos-kosan, guna meminimalisir para pendatang yangg tidak memiliki identitas atau meminimalisir para pelaku kriminal.

"Dan yang terpenting adalag mencegah berkembangnya jaringan terorisme di wilayah Bangka, khususnya di Kecamatan Merawang," kata Kapolsek. (fly)

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved