Tak Kuat Lagi Melawan Sakitnya, Sindi Pun Menghadap Yang Kuasa

Ria Harnita, ibunda Sindi tak kuasa menahan tangisnya saat mengetahui Sindi putri tercintanya yang sedang dirawat di RSUD Sungailiat

Tak Kuat Lagi Melawan Sakitnya, Sindi Pun Menghadap Yang Kuasa
dok. Bangkapos.com
Sindi dalam gendongan ibunya 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ria Harnita, ibunda Sindi tak kuasa menahan tangisnya saat mengetahui Sindi putri tercintanya yang sedang dirawat di RSUD Sungailiat, Selasa (10/11/2015) sekitar jam 07.19 WIB telah menghembuskan napas terakhirnya.

Sindi bocah berusia enam tahun anak pasangan Ria Harnita dan Mardianto yang menderita infeksi paru dan dirawat karena kondisinya bertambah parah akibat asap yang membakar hutan di sekitar rumahnya di Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, Sejak Sabtu (7/11/2015) lalu, dibawa ke RSUD Sungailiat.

BACA: Bocah-bocah Suriah Ini Dieksekusi Massal

Sindi didampingi ayah dan ibunya dibawa Camat Riausilip H Saparudin ke RSUD Sungailiat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sejak kemarin kondisi Sindi menurut Ria ibunya bertambah parah. Nafasnya sesak dan dibantu dengan oksigen. Bahkan menurut dokter, Sindi harus mendapatkan donor darah karena kekurangan darah.

"Sindi bernafas semakin parah kata perawat banyak dahaknya. Kemarin jam 08.00 pagi Sindi tidur sampai jam 21.00 WIB malam dibangunin susah sehari Sindi tidak makan sedikit pun," ungkap Ria menyeka air matanya kepada bangkapos.com ketika ditemui di RSUD Sungailiat, Selasa (10/11/2015).

Ketika Sindi meninggal, Mardianto bapaknya sedang pulang ke Dusun Buhir untuk mengambil keperluan Sindi sehingga Ria saat itu menjaga anaknya sendiri.

"Bapak Sindi baru saja pulang ambil keperluan Sindi ke kampung. Jadi sekarang dia nunggu jenazah Sindi di rumah," kata Ria.

BACA: Lorenzo Ejek Rossi, Marquez Merasa Terhina

Dia tak kuasa menahan kesedihannya karena selama enam tahun selalu bersama Sindi. Sedih senang selalu dirasakannya bersama Sindi. Hampir setiap hari Sindi selalu dibawa ke kebun yang cukup jauh dari rumahnya.

Saat ibunya bekerja di kebun, Sindi tak pernah rewel. Kini Sindi telah pergi, Ria hanya bisa mengikhlaskan kepergian putrinya tercinta di sisi Allah SWT.

Ria berterima kasih atas bantuan semua pihak terutama Pemkab Bangka yang telah membantu perawatan Sindi dan juga membantu mobil jenazah untuk membawa Sindi pulang ke rumahnya di Dusun Buhir.

"Kami sekeluarga menyampaikan terima kepada Pak Camat, Pak Achin dari Forum Bangka Sehat, Pemkab Bangka dan semua pihak yang telah membantu Sindi selama ini," kata Ria menghapus air matanya.

Rencananya pagi ini Sindi akan usai disholatkan, akan dimakamkan di pemakaman Dusun Buhir.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved