Rabu, 3 Juni 2026

Remas Payudara Muridnya, Professor Sekolah Seni Jepang Dirumahkan

Seorang profesor berusia 50 tahun pengajar Universitas Seni dan Musik Tokyo (Tokyo National University of Fine Arts dan Music) dirumahkan.

Tayang:
Editor: Hendra
Wikipedia
Universitas Seni dan Musik Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

BANGKAPOS.COM, TOKYO - Seorang profesor berusia 50 tahun pengajar Universitas Seni dan Musik Tokyo (Tokyo National University of Fine Arts dan Music) dirumahkan.

Sang profesor tak boleh mengajar selama lima bulan sebagai tindakan disiplin, akibat perbuatannya meremas payudara muridnya beberapa waktu lalu.

"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan pelecehan seksual ini dan hal ini jelas merupakan masalah yang sangat serius dapat menghancurkan citra sekolah kami," ungkap Miyata Ryohei, presiden universitas tersebut, Selasa (10/11/2015).

Pada akhir April 2015 profesor tersebut hadir pada pesta selamat datang bagi mahasiswa baru yang diselenggarakan di laboratorium universitas tersebut.

Seorang siswi yang berusia 20 tahunan ketika istirahat di sofa didatangi dan diremas-remas payudaranya oleh profesor tersebut.

Pada akhir Juli, setelah dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, sekaligus juga mewawancarai sang siswi, terbukti sang profesor melakukan pelecehan seksual dan untuk itu harus diambil tindakan disiplin yang keras.

Sang profesor menyatakan dirinya mabuk dan tidak sadar akan perbuatannya tersebut.

"Saya tidak ingat akan hal tersebut," katanya kepada tim penyelidik.

Akibat kasus ini sekarang pihak universitas melakukan berbagai tindakan pencegahan di berbagai bidang agar kasus ini tidak berulang lagi.

"Benar-benar kasus yang sangat memalukan bagi kami," kata Miyata Ryohei.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved