Remas Payudara Muridnya, Professor Sekolah Seni Jepang Dirumahkan
Seorang profesor berusia 50 tahun pengajar Universitas Seni dan Musik Tokyo (Tokyo National University of Fine Arts dan Music) dirumahkan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
BANGKAPOS.COM, TOKYO - Seorang profesor berusia 50 tahun pengajar Universitas Seni dan Musik Tokyo (Tokyo National University of Fine Arts dan Music) dirumahkan.
Sang profesor tak boleh mengajar selama lima bulan sebagai tindakan disiplin, akibat perbuatannya meremas payudara muridnya beberapa waktu lalu.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan pelecehan seksual ini dan hal ini jelas merupakan masalah yang sangat serius dapat menghancurkan citra sekolah kami," ungkap Miyata Ryohei, presiden universitas tersebut, Selasa (10/11/2015).
Pada akhir April 2015 profesor tersebut hadir pada pesta selamat datang bagi mahasiswa baru yang diselenggarakan di laboratorium universitas tersebut.
Seorang siswi yang berusia 20 tahunan ketika istirahat di sofa didatangi dan diremas-remas payudaranya oleh profesor tersebut.
Pada akhir Juli, setelah dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, sekaligus juga mewawancarai sang siswi, terbukti sang profesor melakukan pelecehan seksual dan untuk itu harus diambil tindakan disiplin yang keras.
Sang profesor menyatakan dirinya mabuk dan tidak sadar akan perbuatannya tersebut.
"Saya tidak ingat akan hal tersebut," katanya kepada tim penyelidik.
Akibat kasus ini sekarang pihak universitas melakukan berbagai tindakan pencegahan di berbagai bidang agar kasus ini tidak berulang lagi.
"Benar-benar kasus yang sangat memalukan bagi kami," kata Miyata Ryohei.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/universitas-seni-dan-musik-tokyo_20151111_113725.jpg)