Breaking News:

Riko Dipaksa Penodong Untuk Membuat Tato

Terlibat kasus penodongan, membuat dua pemuda digelandang ke Polresta Palembang.

Editor: edwardi
Riko Dipaksa Penodong Untuk Membuat Tato
net
Ilustrasi

PALEMBANG, BN - Terlibat kasus penodongan, membuat dua pemuda digelandang ke Polresta Palembang.

Mereka adalah Syaiful alias Ipul (27) warga Jalan Lapangan Pasir Lorong Mandar Kelurahan 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I dan rekannya Hariadi (23) warga Jalan Naskah Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami, Palembang, Provinsi Sumsel.

Mereka diamankan berkat adanya laporan dari Riko (25) warga Lubuklinggau yang saat itu hendak bertandang ke rumah neneknya yang berada dikawasan Pasar Cinde Welan.

Dalam perjalanan, Riko yang baru tiba di Kota Palembang ini dicegat dan ditodong oleh Hendra, yang saat ini masih dalam pengejaran anggota polisi, Sabtu (14/11) siang.

"Saya ini baru tiba di kota Palembang. Pas di jalan saya dihadang Hendra dan langsung diajak ke rumah Ipul itu. Hendra meminta uang untuk membeli minuman," katanya saat dibincangi Harian ini, Minggu (15/11) kemarin.

Setiba di rumah Ipul, Riko mengaku dipaksa oleh para pelaku untuk membuat tato di tubuhnya.
Tak hanya itu, tas yang dibawa oleh Rikopun dibuka dan diperiksa oleh para pelaku ini.
Para pelaku lalu mengambil handphone (hp), pakaian, kalung, dan uang tunai sebesar Rp 120 ribu.

"Mereka mengancam menggunakan pisau, jadi saya mau tak mau harus mengikuti mereka. Setelah itu, saya disuruh pergi dan akhirnya membuat laporan," katanya.

Mendapati laporan itu, anggota unit pidana umum (pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang langsung bergerak, dan langsung menangkap para pelaku.

"Setelah mengetahui ciri-ciri yang disebutkan korban, kita langsung mencari hingga akhirnya menangkap kedua pelaku itu. Sementara Hendra masih dalam pengejaran," tegas Kanit Pidum Iptu Robert P Sihombing.

Bersama pelaku, ikut pula diamankan barang bukti berupa pakaian dan kalung milik korban. Sementara Hp dan uang telah habis digunakan oleh pelaku.

"Kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara," kata kanit.(tribun sumsel)

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Babel News, edisi Senin, 16 November 2015.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved