Sabtu, 11 April 2026

Pakai Kata-kata Isis, Akun Facebook Cewek Berbibir Sensual Ini Diblokir

Gadis cantik ini memiliki akun Facebook bernama Isis Anchalee yang kemudian diblokir karena dikira terlibat dengan organisasi tersebut.

Editor: fitriadi
News.com
Akun Facebook Isis Anchalee diblokir karena dikira terkait dengan teroris 

BANGKAPOS.COM - Gadis cantik ini bukan teroris atau anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun, dia memang memiliki akun Facebook bernama Isis Anchalee yang kemudian diblokir karena dikira terlibat dengan organisasi tersebut.

Seperti diketahui, pascatragedi penembakan dan pemboman di kota Paris, Perancis, ada ribuan akun media sosial terkait Negara Islam Irak dan Suriah yang diblokir.

Namun tampaknya Facebook salah mengidentifikasi gadis cantik itu karena namanya yang serupa dengan sebutan bagi kelompok teroris.

Padahal dia sehari-hari bekerja sebagai seorang teknisi piranti lunak, sekaligus sebagai salah satu tokoh penggerak kampanye #ILookLikeAnEngineer di awal tahun ini.

"Facebook mengira saya seorang teroris. Tampaknya menunjukkan paspor saya sebagai bukti masih belum cukup untuk membuka kembali akun milik saya," kicaunya.

BACA: Hati-hati dengan Pesan BBM Ini: Kamu Hamil Sama Orang Lain, Nanti Dibayar Rp 4 Miliar

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari News.com, Rabu (18/11/2015), Facebook pun mendengar keluhan tersebut dan berusaha untuk mengembalikan akun milik Anchalee.

"Isis, kami minta maaf atas kejadian ini. Saya tidak paham apa yang terjadi, tapi sudah melaporkannya pada orang yang bertugas di sana dan kini sedang berusaha memperbaikinya," jawab Omid Farivar, seorang peneliti di Facebook.

"Akun milikmu mestinya akan dikembalikan. Sekali lagi, saya minta maaf," imbuhnya.

Akun Facebook milik Anchalee pun akhirnya kembali bisa dibuka. Menurutnya hal itu terlaksana setelah dia tiga kali mencoba mengirimkan informasi mengenai dirinya.

BACA: Sabun Ini Bisa Membahayakan Mata Anda

Gadis cantik itu juga sempat mengungkap bahwa kesalahpahaman semacam ini memang kerap menimpanya. Misalnya ketika dia memesan layanan taksi Lyft atau Uber.

Selain Anchalee, ada kemungkinan peristiwa serupa terjadi pada ribuan orang Amerika Serikat lain. Faktanya, situs US Social Security mencatat bahwa sejak tahun 2000 ada sekitar 8.789 orang yang menggunakan nama Isis.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved