Bupati Bangka Borong Kulat Tiung Dan Pelawan
Hampir semua masyarakat Babel menyukai jenis tanaman yang banyak mengandung serat ini untuk dijadikan masakan maupun kudapan makan.
BANGKA -- Musim hujan mulai datang. Biasanya jika musim penghujan mulai datang, dengan adanya petir akan banyak tumbuh jamur atau kulat.
Jamur atau kulat yang sering tumbuh di kala musim penghujan mulai datang adalah jenis Pelawan yang berwarna merah keorangean, dan Tiung yang berwarna marun tua di hutan-hutan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hampir semua masyarakat Babel menyukai jenis tanaman yang banyak mengandung serat ini untuk dijadikan masakan maupun kudapan makan.
Bupati Bangka H. Tarmizi Saat, ketika melakukan kunjungan kerja lapangan ke kecamatan Belinyu dan Riau Silip, Senin (23/11/2015) menyempatkan diri untuk membeli jamur atau kulat yang dijual warga di pinggir jalan sekitar simpang Cangkum Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu.
"Berapa sekilo ni kulat bik," tanya mantan sekda Bangka ini.
Dengan logat Bangka, salah satu warga langsung menyebutkan satu kilonya Rp 70 ribu.
"Sekilo Rp 70 ribu pak, kalau sebungkus kulat tiung ini Rp 10 ribu, kalau pelawan Rp 15 ribu pak" jelasnya.
Tampak orang nomor satu di Kabupaten Bangka itu memborong 30 bungkus kulat tiung.
"Beli 30 bungkus, untuk orang di rumah sana paling senang makan kulat ini, dimasak lempah darat pakai pucuk idat, atau ditumis atau bisa juga dipepes," jelas bupati.
Sementara itu Kepala Bagian Humas, PDE dan Santel, Boy Yandra yang ikut mendampingi bupati menjelaskan, jamur atau kulat ini sangat baik untuk kesehatan terutama untuk menurunkan kolesterol.
"Bisa menurunkan kadar kolesterol dan lainnya, namun dijaga juga jangan terlalu berlebihan, seperlunya saja mengkonsumsinya," ungkap Boy.