Pembangunan Objek Wisata di Pulau Bangka Masih Setengah Hati

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Babel, Tajuddin mengatakan selama ini dinas yang dia pimpin tidak memiliki sumber pendapatan untuk daerah.

Pembangunan Objek Wisata di Pulau Bangka Masih Setengah Hati
bangkapos.com/Iwan S
Pemandangan matahari tenggelam dari pantai Tanjung Putat Belinyu. Tanjung Putat sendiri merupakan salah satu objek wisata yang ada di dalam wilayah Teluk Kelabat. 

Perbanyak Desa Wisata

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi akan memperbanyak desa wisata dan kelompok sadar wisata, guna mempercepat pembangunan pariwisata di daerah itu.

"Keberadaan desa wisata dan kelompok masyarakat sadar wisata ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini," kata Rustam Effendi usai menyerahkan hadiah pemenang desa wisata dan kelompok sadar wisata tingkat provinsi di Pangkalpinang, Sabtu.

Rustam memberikan piala dan hadiah kepada pemenang pertama lomba kelompok sadar yang diraih Kelompok Burong Mandi dari Kabupaten Belitung Timur dengan nilai 959,4.

Pemenang kedua diraih Kelompok Tanjong Tinggi dari Kabupaten Belitung dengan nilai 905,9 dan peringkat ke-3 Kelompok Air Anyir dari Kabupaten Bangka dengan nilai 857,3.

Sedangkan pemenang pertama kategori lomba desa wisata diraih Desa Burong Mandi, pemenang kedua Desa Tanjong Tinggi dan pemenang ketiga diraih Desa Air Anyir Kabupaten Bangka.

"Saya berharap pemenang terus meningkatkan kreativitas membangun dan mempromosikan wisata di desanya," ujarnya.
Dalam mendorong pertumbuhan kelompok sadar

wisata dan desa wisata, kata dia, pemerintah provinsi siap melatih sumber daya manusia, memfasilitasi dan membantu masyarakat membangun kepariwisataan di daerahnya.

"Kita mengapresiasi masyarakat yang ikut berperan membangun dan mempromosikan potensi pariwisata alam, seni budaya dan lainnya di daerah ini," ujarnya.

Bangun wisata bahari
Terpisah, Kepala Bappeda Babel, Yan Megawandi mengatakan Pemprov Babel akan fokus membangun wisata bahari di Desa Tuing Mapur.

Wisata bahari menargetkan peningkatan wisatawan mancanegara di daerah itu.

Yan menjelaskan potensi wisata bahari Tuing Mapur yang akan dikembangkan wisata bawah laut, pantai dan pusat studi pengembangbiakan cumi-cumi dan potensi wisata alam lainnya di daerah itu.

"Kita akan jadikan perairan Tuing Mapur sebagai pusat studi cumi-cumi di Indonesia dan dunia, sehingga Tuing Mapur dapat menjadi destinasi wisata baru di daerah ini," kata Yan, Sabtu (21/11).

Ia mengatakan dijadikannya Tuing Mapur sebagai pusat penelitian cumi-cumi, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di daerah ini.

"Para wisatawan bisa menikmati keindahan pantai, alam bawah laut dan melihat langsung cumi-cumi bertelur secara langsung di alam," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Tuing Mapur sebagai pusat penelitian cumi-cumi, maka peneliti dunia dan dalam negeri akan banyak berkunjung ke daerah itu.

"Wisata bahari Tuing Mapur dengan cumi-cuminya harus kita promosikan, agar wisatawan domestik dan mancanegara tertarik untuk datang berkunjung ke daerah ini," ujarnya. (tim)

Editor:
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved