Rabu, 15 April 2026

Bangun Tidur Yahya Nekat Rebut Pistol Perampok Yang Masuk Kamarnya

Kawanan perampok beraksi siang bolong di Kota Metro, Lampung, Jumat (20/11) dan menggasak uang Rp 20 juta.

Editor: Hendra

BANGKAPOS.COM, METRO, - Kawanan perampok beraksi siang bolong di Kota Metro, Lampung, Jumat (20/11) dan menggasak uang Rp 20 juta.

Adalah Muhammad Yahya (37) dan istrinya Epi Kusrini (34), warga Jalan Nusa Indah, RT 36 RW 7, Kelurahan Metro yang menjadi korban perampokan.

Cerita bermula saat korban tengah mencuci pakaian.

"Siang, sekitar jam 13.00 WIB. Saya lagi nyuci. Pintu depan saya buka, karena air di luar. Tiba-tiba ada dua orang masuk pegang pistol. Tanya suami saya mana. Saya bilang tidur. Saya mau kabur tapi dipegang terus dipukul," tutur Epi kepada Tribun Lampung.

Sementara Yahya mengaku, dirinya kaget saat dua perampok masuk ke kamarnya.

"Bawa pistol dua-duanya. Karena saya reflek langsung melawan. Terus saya dihantam pakai gagang pistol. Saya gulat sama salah satu pelaku," ucapnya.

Yahya pun sempat berhasil memegang gagang pistol salah satu pelaku. Dan sempat menarik pelatuk. Namun pistol tidak meletus. Bahkan, Yahya juga berhasil mencakar mata kiri perampok.

"Satu itu sempat kepegang. Tapi temannya masuk lagi. Istri saya diluar teriak tidak ada yang dengar. Karena rumah kami dipojok. Dan posisi lagi sepi. Istri saya juga dihantam pakai gagang pistol," katanya.

Atas kejadian tersebut Yahya mengalami luka sobek di kepala hingga harus dijahit.

Pun demikian dengan istrinya luka dengan empat jahitan.

Selain itu, keduanya mengalami memar-memar pada bagian wajah, kaki, dan tangan.

"Yang diambil kalung emas istri saya 30 gram. Dan uang tunai untuk setoran teh botol Rp 20 juta. Mereka berempat. Dua nunggu di depan gang. Dua masuk ke rumah," tandasnya.

Belum lapor
Kejahatan pencurian dengna kekerasan tersebut belum dilaporkan ke pihak kepolisian. Ini pun diakui pihak kepolisian yang mengaku tidak tahu saat dihubungi awak media.

Yahya menilai, dirinya mengaku tidak memiliki musuh atau utang piutang.

"Kalau lapor polisi kita berembuk dulu. Soalnya dua minggu kemarin kita kena begal, kena todong juga di daerah 24. Sudah lapor polisi yang itu, tapi belum ada perkembangan," imbuhnya.

Diceritakannya, saat itu ia dan istrinya melintasi daerah Tejosari sekitar pukul 02.00 WIB, selepas menagih uang teh botol. Di tengah jalan ditodong menggunakan pistol.

Para pelaku kemudian membawa tas yang dipegang istrinya berisi uang tagihan sekitar Rp 3 juta. (tribun lampung)

Sumber: babel news
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved