Jumat, 8 Mei 2026

Ini Alasan Bos Freeport Rekam Pembicaraannya dengan Setya Novanto dan Pengusaha Minyak

Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin mengakui merekam pembicaraannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid.

Tayang:
Editor: fitriadi
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat (kiri), dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat mendengar keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam sidang terbuka MKD di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/12/2015). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin mengakui merekam pembicaraan dalam pertemuannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid.

Perekaman dilakukan dalam pertemuan ketiga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada 8 Juni 2015.

"Saya rekam, ini inisiatif saya," kata Maroef saat memberikan keterangan di Majelis Kehormatan Dewan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (3/12/2015).

Maroef mengaku, tindakan itu dia lakukan karena khawatir atau curiga atas permintaan Riza untuk bertemu kembali.

Ia lalu meminta stafnya untuk menghubungi staf Novanto apakah benar ingin bertemu kembali. Ternyata dibenarkan.

Adapun lokasi dan tempat pertemuan ditentukan oleh staf Novanto.

Sebelum bertemu, Maroef mengaku khawatir karena dirinya hanya sendiri.

"Ketua DPR berdua. Saya berpikir ini bagian akuntabilitas saya bahwa saya dapat mandat dari perusahaan. Saya khawatir berdasarkan pertemuan kedua," kata mantan Wakil Kepala BIN itu.

Dalam sidang itu, ia sempat memperagakan bagaimana dia merekam dengan ponsel.

Saat pertemuan dimulai, Maroef mengaku ponselnya sudah melakukan perekaman.

Ia mengaku ponselnya selalu ditaruh di atas meja sepanjang pertemuan.

Saat itu, Novanto duduk di sebelah kanan Maroef dan Riza di sebelah kirinya.

Dalam sidang MKD pada Rabu (3/12/2015), salinan rekaman sudah diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor Ketua DPR. Rekaman itu juga sudah diputar.

Rekaman itu sempat dipermasalahkan sebagian anggota MKD.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved