Terapi bagi Pecandu Kopi

Banyak dari kita kecanduan kopi dalam beragam bentuk mulai kopi hitam, mochaccino, latte atau jenis minuman lain berkafein.

Terapi bagi Pecandu Kopi
Kompas.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Sehari tanpa minum kopi tubuh terasa tak enak. Apakah itu yang Anda rasakan?

Banyak dari kita kecanduan kopi dalam beragam bentuk. Entah kopi hitam, mochaccino, latte atau jenis minuman lain berkafein. Tetapi dari mana kita tahu kebiasaan ngopi kita sudah berlebihan?

BACA: Pasha Akhirnya Muncul di RCTI, Adelia Palingkan Wajah saat Perutnya Diusap

Psikolog saat ini menerapi mereka yang mengalami kelainan konsumsi kafein dengan sejenis terapi bicara.

Kelainan itu ditandai dengan kegagalan atas usaha mereka mengurangi konsumsi kafein atau mengalami ketergantungan fisik yang efek ketagihannya sama dengan ketergantungan obat.

Tim dari John Hopkins University Baltimore dan American University Washington DC mengatakan efek negatif ketergantungan itu meliputi kecemasan, gugup, sakit perut dan suasana hati yang tegang. Waktu tidur pun berkurang.

"Efek ketagihan itu juga meliputi sakit kepala, kelemahan, dan mengalami gejala mirip flu," kata mereka.

BACA: Tersangka Pembunuh Gadis Prabumulih Ini dalam Seminggu 4 Kali Kencani Wanita Malam

Saat ini cognitive-behavioural therapy yang lazim digunakan mengatasi penyakit kecemasan, digunakan juga untuk membantu mengurangi asupan kafein secara drastis. Pengobatan itu terdiri dari terapi bersama konselor terlatih dan pasien diberi buklet terapi yang dibawa pulang.

Seperti terapi ketergantungan obat, pasien mengikuti program pengurangan kafein, di mana kafein dikurangi setiap pekan selama lima minggu untuk mengurangi gejala ketergantungan yang tak menyenangkan dengan progres tercatat dalam buku harian.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved