Sudiyanto Larikan ABG 10 Hari dan Paksa Berhubungan Intim

Lelaki yang telah menikah tiga kali ini nekat menggauli RM (13) sebanyak empat kali dan melarikan korban selama 10 hari keluar kota.

Sudiyanto Larikan ABG 10 Hari dan Paksa Berhubungan Intim
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Aksi bejat yang tak pantas ditiru layak disematkan kepada, Sudiyanto (42) warga Dusun III, Desa Kerta Ayu, Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Lelaki yang telah menikah tiga kali ini nekat menggauli RM (13) sebanyak empat kali dan melarikan korban selama 10 hari keluar kota.

Informasi yang dihimpun dari Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Muba, kejadian yang menimpa RM tersebut bermula ketika pertama kali kenal di Kerta Jaya, melalui handphone yang nomornya dari seorang teman bernama Wawan (20) yang merupakan keponakan tersangka.

Setelah mendapatkan nomor telepon korban, hubungan terlarang tersebut terjalin dan semakin intensif melalui komunikasi via telepon seluler. Merasa sudah mendapatkan lampu hijau, Sudiyanto yang biasa sehari-hari dipanggil Anto ini langsung mengajak korban untuk berjalan-jalan.

Sesampainya di kebun sawit di Kecamatan Sungai Keruh, Anto langsung menjalankan aksi bejatnya menggauli korban di sebuah pondok di areal perkebunan sawit. Namun permintaan untuk berhubungan intim tersebut sempat ditolak, tetapi apa daya RM yang hanya seorang gadis kecil tidak bisa berbuat banyak karena kalah dengan tenaga pelaku.

Setelah berhubungan layaknya suami istri tersebut, Anto berjanji akan bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Namun korban takut pulang ke rumah sehingga Anto mempunyai inisiatif mengajak korban ke Batam selama 10 hari.

Sesampainya di Batam, pelaku kembali memerkosa korban sebanyak tiga kali. Perbuatan tersebut dilakukannya di rumah sepupunya saat sepupunya berangkat kerja.

Sementara itu, Sudiyanto alias Anto mengakui semua perbuatan yang dilakukan dirinya, ia menjelaskan perbuatan tersebut dilakukan suka sama suka, yang diawali berkenalan dari telepon seluler.

“Awalnya saya komunikasi sama dia melalui telepon, sedangkan perbuatan yang saya lakukan tidak ada paksaan dan suka sama suka,” ujarnya berkelit.

Kapolres Muba, AKBP M Ridwan SIk melalui Kanit PPA Ipda Sunarto SH mengatakan, kurang lebih empat kali pelaku menggauli korban, yang pertama di kebun karet dan selanjutnya Batam.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan cara mengiming-imingi korban agar pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” kata Sunarto, ketika dibincangi di Unit PPA Polres Muba, Kamis (3/12).

Masih dikatakan Sunarto, pelaku sudah mempunyai tiga orang istri dan dua diantaranya sudah cerai dan saat ini tinggal satu istri. Lantaran tak kunjung bertanggung jawab atas perbuatannya, lantas korban melaporkan kejadian tersebut terhadap orang tuanya dan langsung melaporkan hal tersebut ke kepolisan pada 23 November 2015.

“Laporan korban bersama orang tuanya telah kita terima dengan nomor LP/B.1178/XI/2015/SUMSEL/Res/Muba, menanggapi kasus tersebut lantas kita menyelidikinya dan menciduk pelaku. Untuk pasal yang dikenakan yakni 332 KHUP karena melarikan perempuan, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun,” jelasnya. (tribunsumsel)

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved