Fadli Zon Tuding Maroef Sjamsoeddin Lakukan Operasi Spionase

Operasi spionase tersebut, menurut Fadli Zon, dilakukan untuk mengadu domba DPR sebagai lembaga negara

Fadli Zon Tuding Maroef Sjamsoeddin Lakukan Operasi Spionase
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjadi nara sumber pada diskusi polemik bertemakan Freeport Bikin Repot di Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2015). Diskusi mingguan ini membahas polemik dugaan Ketua DPR RI Setya Novanto mencatut nama presiden dan wapres untuk meminta saham Freeport. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebutkan tindakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin merekam pembicaraannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Muhammad Riza Chalid sebagai tindakan spionase.

Operasi spionase tersebut, menurut Fadli Zon, dilakukan untuk mengadu domba DPR sebagai lembaga negara sehingga proses intervensi dapat dilakukan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

"Kalau di Amerika Serikat perusahaan yang melakukan seperti ini, sudah benar-benar ditutup," kata Fadli Zon di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/12/2015).

Politisi Partai Gerindra itu mendorong agar DPR membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas polemik pengelolaan kawasan Tembagapura, Papua oleh PT Freeport Indonesia.

"Kalau ada Pansus nanti kita bisa lihat siapa yang diuntungkan dari hal ini,"katanya.

Sebelumnya, Presidir PT Freeport Indonesia memberikan rekaman pembicaraannya dengan Setya Novanto dan Riza Chalid kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

Setelah mendengar rekaman tersebut, Sudirman Said menyebutkan ada pencatutan nama presiden untuk meminta sejumlah saham PT Freeport Indonesia.

Sudirman kemudian melaporkan pembicaraan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan atas dugaan pelanggaran etik oleh Setya Novanto.

Kejaksaan Agung yang melihat ada indikasi permufakatan jahat dalam rekaman itu, melakukan penyelidikan dan telah memanggil Maroef Sjamsoeddin dan Sudirman Said untuk memberikan keterangan terkait permintaan saham dengan cara mencatut nama presiden.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved