13 OKP Tolak KIP di Matras dan Teluk Kelabat

13 OKP Kabupaten Bangka menyerahkan pernyataan sikap menolak beroperasinya KIP di Kawasan Pantai Matras dan Teluk Kelabat.

13 OKP Tolak KIP di Matras dan Teluk Kelabat
Bangkapos.com/Nurhayati
Sekretaris GM FKPPI Kabupaten Bangka, Dede Agustian, saat menyerahkan secara secara kolektif dukungan 13 OKP tentang penolakan KIP kepada Tim Kajian KNPI Kabupaten Bangka Budiyono, Kamis (17/12/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - 13 organisasi kemasyarakatan pemuda yang tergabung dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka menyerahkan pernyataan sikap menolak beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Matras Sungailiat dan Teluk Kelabat Belinyu.

"Penyerahan dukungan penolakan yang dilakukan tersebut sebagai respons positif OKP kepada DPD KNPI Bangka yang memberikan ruang apresiasi bagi organisasi kepemudaan untuk ambil peduli terhadap kinerja KNPI Bangka yang pro rakyat," kata Dede Agustian, Sekretaris GM FKPPI Kabupaten Bangka saat menyerahkan secara secara kolektif dukungan 13 OKP kepada Tim Kajian KNPI Kabupaten Bangka Budiyono, Kamis (17/12/2015).

Dia menyatakan, Tim Kajian Dampak Sosial yang dibentuk KNPI Kabupaten Bangka merupakan bagian kontrol Pemuda Bangka dalam menyikapi kebijakan pembangunan daerah.

Dede menyatakan beroperasinya KIP di kawasan wisata Kabupaten Bangka hanya menguntungkan beberapa pihak, seharusnya PT Timah sebagai perusahaan BUMN harus lebih peka, jangan mau menambang saja tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.

"Kami meminta kepada DPD KNPI Kabupaten Bangka untuk terus mendesak PT Timah tidak hanya keuntungan royalti yang akan di berikan kepada daerah tetapi berikan juga keep kepemilikan saham bagi daerah ini," tegas Dede.

Dukungan ini lanjutnya, terus bergulir sampai semua OKP yang bergabung di KNPI Bangka ini lengkap, yang pada akhirnya nanti DPD KNPI Bangka melalui tim kajiannya akan merekomendasikan hasil keputusan kajian tersebut.

Budiyono, Anggota Tim Kajian DPD KNPI Bangka mengatakan, dinamika yang berkembang terkait penolakan kapal isap di kawasan Pantai Matras dan Teluk kelabat adalah hot topik yg harus disikapi bersama dan ecara bijak.

"Dukungan OKP ini adalah salah satu upaya kita pemuda untuk mendukung penolakan yang terjadi di masyarakat. Kami juga masih menjaring aspirasi yang lainnya. Insya Allah pekan depan tim kajian sudah selesai dalam merumuskan kajian dampak sosial," jelas Budiyono.

Hasil kajian tersebut lanjutnya, akan diserahkan ke DPD KNPI Bangka untuk dituangkan dalam suatu keputusan sikap organisasi. Setelah itu akan disampaikan kepada beberapa pihak termasuk Gubernur Babel, Bupati Bangka dan PT timah

Ketua DPD KNPI Bangka, Ujang Supriyanto mengatakan apa yang dilakukan pemuda sebagai wujud kecintaan pemuda kepada daerah ini.

"Pada prinsipnya aspirasi OKP ini harus di perhatikan oleh para pemangku kepentingan daerah. Kalau perlu kita bersama-sama duduk satu meja di ruang Bupati Bangka meminta penjelasan dan keterangan resmi dari pemerintah daerah, sebagai kabupaten yang mempunyai misi Bangka Bermartabat, maka pejabat dan pemimpin negeri ini harus berani mengutarakan sikapnya. Jangan ada dusta di antara kita. Kita tunggu hasil tim kajian pekan depan," kata Ujang.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved