Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Kapolda Janji Selidiki Akun Penghina Bangka

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro akan menyelidiki fenomena kebencian melalui media sosial

Tayang:
Editor: edwardi
bangkapos.com/dok
Kapolda Brigjen (Pol) Gatot Subiyaktoro usai melaksanakan PTDH anggotanya 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG -- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro akan menyelidiki fenomena kebencian melalui media sosial (Medsos) lewat akun Facebook.

Namun begitu, ia juga meminta masyarakat tidak melakukan hal yang melawan hukum.

"Akan ditelusuri, tunggu saja. Kita masih lakukan pendalaman di masalah ini," kata kapolda saat ditemui di kegiatan pemagian DIPA dilantai tiga kantor gubernur

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bangka Belitung, AKBP A Mun'im mengatakan pihaknya saat ini belum dapat menindaklanjuti terkait seorang pengguna media sosial (medsos) lewat Fb atas nama akun, Herdin Cahyo Pratama Pratama dan Tedy Ter, yang diduga melecehkan Bangka.

Alasannya, kasus tersebut sampai saat ini belum dilaporkan ke pihak Polda Bangka Belitung. Selain itu kasus itu pun menurut Mun'im justru kasus delik aduan.

"Ya kalau ada yang mau melaporkan, tentu penyidik akan mempelajarinya dan minta keterangan ahli terlebih dahulu apakah maksud kalimat dan atau kata kata tersebut ? Itu tentu merupakan delict aduan," kata Mun'I'm melalui pesan singkat via BlackBerry messanger (BBM) yang diterima Harian ini, Kamis (17/12) sekitar pukul 09. 35 WIB.

Kasus pengguna media sosial (medsos) facebook (Fb) melecehkan Bangka kini menuai sorotan pula dari kalangan aktifis Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Bangka Belitung (KNPI Babel).

Rencananya pihak KNPI Babel akan melaporkan kasus pengguna medsos (Herdin Cahyo Pratama Pratama) ke pihak aparat kepolisian (Polda Bangka Belitung).

"Ya rencananya kita dari KNPI akan melaporkan pemilik account face book itu (Herdin Cahyo Pratama Pratama--red) ke Polda Babel," ujar Sekretaris KNPI Provinsi Babel, Wahyu Gusna, Kamis (17/12).

Alasan Wahyu, kalimat pelecehan yang ditulis si pemilik akun di FB (Herdin Cahyo Pratama Pratama) menurutnya telah melukai perasaan masyarakat Bangka. Bahkan Wahyu Gusna mendesak pihak Polda Bangka Belitung segera mengusut kasus pengguna media sosial (medsos) atau face book (FB) diduga telah melecehkan Bangka.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Babel, M Solehmengatakan saat ini media sosial (medsos) semacam facebook kerap disalahgunakan ke hal negatif. Padahal menurutnya banyak hal positif yang dapat diambil melalui medsos.

"Mereka yang memakai fecebook itu umum tidak hanya pelajar, kan sekarang ini era global pemanfaatkaan teknologi infriomasi untuk mempercepat memperoleh ilmu, tapi disalahgunakan," kata Soleh, Kamis (17/12)

Dikatakan Soleh, seluruh pelajar di Babel harus memanfaatkan seluruh mendsos tanpa terkecuali dengan baik. Sebab katanya jika tidak dilakukan dengan baik akan menjadi hal negatif.

"Semua siswa harus memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, jangan terjebak dengan hal negatif, apalagi saling menghina," katanya

Soleh meminta kepada seluruh pelajar di provinsi ini untuk menggunakan media sosial (Medsos) dengan baik. Setiap kata yang ditulis di Medsos katanya akan menjadi komsumsi msyarakat tidak hanya didaerah bahkan hingga ke internasional.

Soleh mengimbau supaya seluruh pelajar menggunakan bahasa yang santun dan membangun untuk Provinsi Babel.

"Kita menyampaikan ke netizen di medsos menggunakan bahasa yang santun, membangun dan mendidik, mensuport pembangunan babel, jangan sebaliknya," kata Soleh

Dikatakan Soleh jika memanfaatkan Medsos dengan baik Provinsi Babel dapat semakin maju. Apalagi menurutnya Medsos dipergunakan untuk promosi daerah.

"Mari berupaya di Provinsi Kepulauan Babel untuk memanfaatkan era teknologi mendapatkan teknologi mempercepat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan promosi secara baik, apalagi dimasa MEA kita mampu bersaing untuk promosi di medsos," ujarnya.

Sementara Gubernur Provinsi Babel, Rustam Effendi mengimbau masyarakatnya untuk tidak terpancing emosi menanggapi kisru penghinaan oleh faceooker.

Politisi PDI P ini mengatakan apa yang dilakukan oleh Facebooker tersebut sebagai bentuk pancingan untuk membuat pertikaian.

"Masyarakat kita tidak pernah bertikai, selama ini kita adem-adem saja, jadi jangan terpancing. Saya lihat ini cara untuk buat masyarakat kita bermusuhan, memancing amarah," kata Rustam. (rap/l4)

Baca beritanya di Harian Pagi Babel News, Jumat 17 Desember 2015.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Sumber: babel news
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved