60 Wanita Mangkal di Pasirpadi Digelandang ke Dalam Truk
Sebanyak 60 wanita pekerja dan pemilik warung di pinggir Pantai Pasirpadi digelandang tim gabungan ke Kantor Dinsosnaker Pangkalpinang
Penulis: Riki Pratama | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 60 wanita pekerja dan pemilik warung di pinggir Pantai Pasirpadi digelandang tim gabungan ke Kantor Dinsosnaker Pangkalpinang, Selasa (22/12/2015) malam.
BACA: Asyik Indehoy di Kos, Tim Gabungan Gerebek Pasangan Mesum
"Semuanya 60 orang, mereka akan diperiksa data dan urinenya oleh BNN," kata Kasat Pol PP Pangkalpinang Abdullany kepada bangkapos.com, Selasa (22/12/2015) malam.
Pantauan bangkapos.com, puluhan wanita tersebut dikumpulkan di satu ruangan. Mereka bergantian menunggu untuk diperiksa oleh petugas.
Hingga pukul 24.00 WIB banyak keluarga mereka berdatangan ke kantor dinsosnaker. Ada keluarga yang meminta wanita pekerja warung tersebut dipulangkan, tetapi pihak dinsosnaker tidak mengizinkannya.
BACA: Inilah Kisah Finalis Miss Universe asal Slovenia dengan Wajah Setengah Lumpuh
Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antaraiksa mengatakan berdasarkan perintah wakil wali kota, para pekerja warung itu tidak diizinkan pulang pada malam itu karena akan didata.
"Mereka nanti akan didata, dilihat asalnya dari mana, bila dari luar Bangka akan dipulangkan, dan bila ada dari Pangkalpinang akan dilarang bekerja di tempat itu," kata Mikron Antariksa.
Menurut Mikron dari 60 wanita yang digelandang petugas, sebanyak 80 persen berasal dari luar Pulau Bangka, di antaranya Jawa Barat dan Lampung.
Dari hasil pemeriksaan urine oleh BNN Kota Pangkalpinang, tiga dari 60 wanita itu positif mengonsumsi narkoba dan dibawa petugas ke kantor BNNK untuk diproses lebih lanjut.
BACA: Inilah Daftar Sejumlah Pertengkaran Roberto Mancini dengan Pemainnya
Razia gabungan dilakukan oleh Pemkot Pangkalpiang melibatkan Sat Pol PP, Dinsosnaker, anggota Polri dan TNI. Penertiban dilakukan di sepanjang Pantai Pasirpadi pada Selasa (22/12/2015) malam.
Pantauan bangkapos.com, ketika tim gabungan sampai di lokasi, dentuman musik terdengar keras, tetapi saat tim datang suara musik yang keras sontak padam.
Para pekerja terlihat bergegas bersembunyi ke dalam kamar, bahkan ada yang lari menggunakan motor melalui pinggir pantai.
Petugas gabungan menyisir satu persatu warung hingga ke semak-semak di belakang warung.
"Itu ada suara anjing menggonggong di belakang, mungkin ada orangnya, coba diperiksa," kata seorang petugas yang ikut razia.
Wanita yang berhasil didapatkan bukan hanya pekerja, tetapi pemilik warung juga digiring petugas untuk menaiki truk dinsosnaker yang terparkir di halaman warung.
Tidak sedikit dari mereka yang menolak dinaikkan ke bak truk. Tetapi ada pula yang pasrah menuruti perkatan petugas razia.
"Tidak mau bang. Abang, tolong aku," kata seorang wanita berpakaian seksi kepada petugas razia
Pada razia malam itu, Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah ikut serta. Dia mengenakan seragam TNI memberikan komando dan memantau kegiatan razia.
"Targetkan dalam minggu ini harus selesai, tidak ada lagi yang 'merusak' Pantai Pasirpadi," kata Irwansyah kepada bangkapos.com, tadi malam.
Irwansyah menegaskan pemkot tidak segan mencabut izin pemilik warung yang melanggar aturan dan perjanjian.
"Bila perlu kita akan cabut izin yang melanggar, karena di situ tempatnya untuk berjualan makan dan minuman, tidak dibenarkan ada musik seperti karaoke, tetapi kalau rumah makan sah-sah saja," kata Irwansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/razia-pasirpadi_20151223_121254.jpg)