DPRD Babar Belajar Merayu Pengusaha

DPRD Bangka Barat belajar pengelolaan pajak walet di DPPKAD Kota Pangkalpinang untuk diterapkan di Pemkab Bangka Barat.

DPRD Babar Belajar Merayu Pengusaha
bangkapos.com/wahyu k
Rumah walet warga Suak Kemang, Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik.

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- DPPKAD Kota Pangkalpinang kedatangan tamu dari DPRD Pemkab Bangka Barat Selasa (22/12).

Pertemuan dilangsungkan di ruang pertemuan kantor DPPKAD.

Pada pertemuan tersebut DPRD Bangka Barat diwakilkan anggota Komisi II Yuhanis menanyakan mengenai pajak walet di Kota Pangkalpinang.

Yuhanis mengatakan bahwa tujuan kedatangan mereka untuk melihat sektor sistem penerimaan pajak walet di Kota Pangkalpinang.

"Kita ketahui beberapa tempat di Bangka Barat seperti di Tempilang, Jebus, Mentok dan Kelapa masih kurang kesadaran warga membayar pajak walet. Makanya kita ingin mengetahui bagaimana cara merayu pengusaha walet agar membayar pajak?," kata Yuhanis kepada harian ini, Selasa (22/12).

Menurut Yuhanis kedatangan DPRD Bangka Barat untuk belajar pengelolaan pajak walet di DPPKAD Kota Pangkalpinang untuk diterapkan di Pemkab Bangka Barat.

"Kita sudah ada perda, tetapi kadang realisasinya tidak mencapai target. Kita pengen belajar, tadi kita juga diskusi mencari solusi. Ini perlu peran pemerintah provinsi karena ada walet yang dikirim ke luar negeri. Kita ingin pemerintah provinsi memberikan kebijakan, terhadap pajak walet ini karena selama ini ke luar lewat bandara dan pelabuhan," ujar Yuhanis.

Sementara Kepala Dinas DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Pangkalpinang, Yunan Helmi mengatakan kedatangan anggota DPRD dalam rangka

melihat pengelolaan pajak burung walet di Kota Pangkalpinang.

"Mereka memiliki dareh penghasil walet seperti Tempilang, Jebus dan Mentok. Mereka selama ini satu perda, kalau kita dipisah yaitu nomor 4 tahun 2010, pada intinya membahas mengenai cara menarik pajak," ucapnya.

Menurut Yunan untuk realisasi pajak Walet di Kota Pangkalpinang telah mengalami over target telah mencapai 101 persen dari target Rp 100.000.000. (n4)

Editor: Dody
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved