Minggu, 3 Mei 2026

Tahun Baru, Jutaan Orang Terancam Tak Bisa Akses Internet

Jutaan orang bakal tidak bisa mengakses situs yang hanya tersedia dalam enkripsi tertentu.

Tayang:
Editor: fitriadi
Kompas.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Menjelang tahun baru 2016 nanti, jutaan orang diprediksi tidak akan bisa mengakses internet dalam protokol yang aman.

Penyebabnya adalah masalah bernama SHA-1 Sunset yang berhubungan dengan kadaluarsanya sebuah enkripsi keamanan web tingkat tertentu.

BACA: Al, El dan Dul Bela Maia: Biar Kita yang Gebukin Ayah

Mulai 1 Januari 2016 algoritma web yang usianya lebih tua dari SHA-1 Sunset tidak lagi memenuhi kriteria protokol keamanan di banyak web.

Menurut lembaga riset CloudFlare, masalah tersebut akan mengakibatkan sekitar 37 juta orang di seluruh dunia terancam kehilangan perlindungan saat mengakses web tujuan.

Sekadar diketahui, protokol keamanan ini bekerja ketika pengguna mengakses sebuah alamat web.

Ketika web terhubung dengan browser yang digunakan, maka masing-masing mengirimkan serta menerima data.

BACA: Begini Cara Membasmi Karang Gigi Tanpa Dokter

Dalam proses tersebut masing-masing mengirim serta menerima menggunakan kode-kode rumit yang bertujuan mengamankannya.

Pengamanan ini biasanya ditandai dengan akhiran "s" pada "https://".

Sebagaimana dilansri Nextren dari CNBC, Kamis (24/12/2015), dengan kadaluarsanya algoritma protokol keamanan SHA-1, maka pengguna tidak akan bisa mengakses web yang hanya bisa diakses menggunakan protokol "https://".

SHA-1 biasanya digunakan di browser dan sistem operasi seperti Windows XP.

Sayangnya, menurut Director of IT Security and Risk Strategy di Tripwire Tim Erlin, sistem operasi tersebut sudah tidak mendukung pembaruan algoritma untuk meningkatkan level protokol keamanan yang dibutuhkan.

BACA: April 2016, Apple Bakal Rilis iPhone Mini Baru

Di sisi lain, peningkatan level tersebut membutuhkan kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi, sehingga gadget-gadget lawas kesulitan menanganinya.

Namun tak perlu khawatir, karena biasanya browser yang ada saat ini sudah otomatis memperbarui protokol keamanannya ke SHA-2.

Hasil riset CloudFlare pun menunjukkan bahwa dukungan saat ini tingkat dukungan untuk protokol terbaru itu sudah mencapai 99 persen, khusus Amerika Utara dan Eropa Barat.

Sementara itu, di negara-negara seperti China, Kamerun, Yaman, Sudan, Mesir dan Libra, tercatat sekitar 5 persen pengguna internet memakai browser yang tak mendukung SHA-2.
(Nextren/CNBC)

//

UNTUK YANG BERKELUARGA, INI 5 TANDA-TANDA ISTERI MINTA YANG 'ITU'===> http://goo.gl/GjqwMAANDA kaum pria mungkin...

Dikirim oleh Bangka Pos pada 24 Desember 2015
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved