BIN Simpulkan Din Minimi Bukan Separatis, Tapi Pendukung GAM yang Kecewa
Kepala BIN Sutiyoso menilai, kelompok bersenjata Din Minimi bukanlah kelompok separatis.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menggelar konferensi pers terkait Nurdin Ismail alias Din Minimi menyerahkan diri bersama kelompoknya di Hotel Lido Graha Lhokseumawe.
Kelompok Din Minimi menyerahkan diri pada Senin (28/12/2015), setelah dua bulan berkomunikasi dengan Sutiyoso.
"Saya sudah dua bulan komunikasi dengan Din Minimi, ketika saya masih di Jakarta, menanyakan tuntutan mereka. Setelah saya mendengar apa tuntutan kelompok tersebut kemudian saya datang langsung menemui kelompok tersebut," kata Sutiyoso saat konferensi pers, Selasa (29/12/2015) siang.
BACA: Tahun Depan Kapolri Perkuat Densus 88
Disebutkan, saat menyerahkan diri kepada BIN, kelompok tersebut saling menangis berpelukan setelah empat tahun di hutan.
"Sebelum saya ke Aceh, saya sudah melapor ke Bapak Presiden, dan berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia," kata Sutiyoso.
Sutiyoso menilai, kelompok bersenjata Din Minimi bukanlah kelompok separatis. Ia menyimpulkan hal itu setelah berbincang dengan Din Minimi dan mengetahui semua syarat yang diajukan.
"Bisa saya simpulkan, kelompok Din Minimi bukan separatis yang mau memisahkan diri dari NKRI, bukan merampok, menyulitkan masyarakat," kata Sutiyoso.
BACA: ISIS Paling Takut Sama Negara Ini, Kalau AS dan Inggris Bisa Ditaklukkan
Sutiyoso mengungkapkan, kelompok Din Minimi adalah kelompok yang kecewa terhadap elite Gerakan Aceh Merdeka (GAM) karena lupa mementingkan kesejahteraan masyarakat Aceh setelah mendapat posisi di pemerintahan daerah.
Dugaan Sutiyoso makin menguat karena enam syarat yang diajukan kelompok Din Minimi menyiratkan kekecewaan itu.
"Saya ketahui dari tuntutan mereka, saya laporkan ke Presiden, Menkumham, DPR, Komnas HAM, kesimpulannya bisa diberikan (dikabulkan semua syaratnya)," ungkap Sutiyoso.
Adapun syarat yang diajukan kelompok Din Minimi adalah reintegrasi perjanjian Helsinski, pemberian jaminan kesejahteraan untuk yatim piatu dan janda anggota GAM, meminta KPK menyelidiki penggunaan APBD Aceh, meminta pemerintah menerjunkan tim pemantau indepenpen dalam Pilkada Aceh, dan meminta amnesti.
BACA: Rahasia Mr P yang Wajib Diketahui Pasutri
Menurut Sutiyoso, semua syarat yang diajukan kelompok Din Minimi sangat rasional. Ia khawatir, kelompok ini akan terus membesar jika tidak segera ditangani.
Kekhawatiran Sutiyoso itu merujuk pada pengalamannya saat menemui Din Minimi di pedalaman Aceh. Ia mengaku melihat anggota Din Minimi yang begitu loyal dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.
"Kalau tidak diselesaikan, pengikutnya akan semakin besar," ungkap Sutiyoso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/din-minimi_20151229_123945.jpg)