Nelayan Protes KIP Parkir di PPN Jelitik

Nelayan memprotes keberadaan KIP yang bersandar di Pelabuhan Perikanan di Kawasan Industri Jelitik.

Nelayan Protes KIP Parkir di PPN Jelitik
Bangkapos.com/Nurhayati
Empat unit Kapal Isap Produksi (KIP) parkir di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (31/12/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kelompok Nelayan dan Pengusaha Ikan (KNPIS) Kabupaten Bangka memprotes keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) yang bersandar di Pelabuhan Perikanan milik Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Nelayan menganggap keberadaan KIP tersebut mengganggu lalu lintas kapal mereka. Pelabuhan perikanan itu merupakan pelabuhan bongkar muat hasil tangkapan nelayan khusus untuk kapal perikanan bukan kapal nonperikanan.

"Kami keberatan adanya kapal isap di pelabuhan perikanan di Jelitik ini. Kami berharap KIP ini bergeser, tetapi sampai sekarang belum tergeser. Janjinya ini tidak dipenuhi. Pelabuhan ini kan tempat nelayan. Sekarang kami hanya bongkar muat, tidak berlabuh lagi di sini. Ini masih diberi kelonggaranlah dari syahbandar perikanan ini. Diberilah kesempatan sementara untuk kami berlabuh. Kami minta agar kapal isap itu digeser," tegas Nurlian yang disapa Bujang didampingi Nasir dan Oman rekannya dari Kelompok Nelayan dan Pengusaha Ikan (KNPIS) Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com di PPN Jelitik Sungailiat, Kamis (31/12/2015).

Kondisi pelabuhan perikanan ini diperparah keberadaan kapal besar Ilmamui yang kandas sehingga membuat pelabuhan terasa semakin sempit dan ruang gerak para nelayan terhambat untuk keluar masuk kapal guna bongkar muat ikan.

"Pelabuhan ini bukan pelabuhan kapal. Disini kadang kita juga bingung bagaimana keputusan seperti ini. Pemerintah juga nggak ada solusi. Kami tadi ketemu bupati. Saya juga kaget bupati ke sini. Begitu juga di muara. Ini banyak ingkar janji. Nanti dia menyalahkan nelayan," kata Bujang.

Pihaknya sudah bertemu perwakilan KIP yang berjanji mau menggeser kapal isap tersebut, tetapi hingga tadi siang tidak dilaksanakan. Janji tersebut disampaikan perwakilan KIP tiga hari lalu.

"Bukan hanya nelayan saja yang ketemu, Kepala PPN juga Pak Rahmat dan dari syahbandar juga hadir. Dia (perwakilan KIP-red) mengatakan begitu. tapi sampai sekarang tidak digeser kapalnya," kata Bujang, kecewa.

Dia mengatakan keberadaan dua unit KIP tersebut ada yang sudah tahunan bersandar di pelabuhan perikanan tersebut dan dua unit KIP yang baru juga bersandar di sana. Mereka tidak ingin ada KIP di pelabuhan perikanan Jelitik ini dijadikan tempat sandaran KIP. Untuk itu para nelayan tersebut minta agar pemilik KIP segera menggeser kapal mereka.

"Sampai sekarang juga tidak ada reaksi. Kami di nelayan ini dijanji-janji. Kami mempertanyakan masalah itu. Mereka ini tidak operasi tetapi parkir," keluh Bujang.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved