Sampah Berserakan di Kolong Hutan Wisata Sungailiat
Hutan Wisata Sungailiat merupakan paru-paru kota karena berada di jantung ibu kota Kabupaten Bangka.
Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hutan Wisata Sungailiat merupakan paru-paru kota karena berada di jantung ibu kota Kabupaten Bangka.
Hutan wisata yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat ini sering dijadikan masyarakat sebagai tempat rekreasi sekaligus sarana olahraga dengan dibangunnya arena jogging trek di sekeliling hutan.
Lokasi ini juga sering digunakan untuk berkemah bagi pramuka bahkan untuk kegiatan lomba burung berkicau yang rutin diselenggarakan oleh Komunitas Burung Berkicau Kabupaten Bangka.
Namun sayangnya kondisi hutan wisata terutama di Kolong Apat yang berada di Hutan Wisata ini dipenuhi sampah-sampah plastik seperti botol minuman, kemasan kue, plastik hingga gelas kemasan yang dibuang sembarangan.
Sebelumnya saat KKN Mahasiswa Universitas Bangka Belitung sekitar bulan Agustus 2015 lalu, kolong ini sudah dibersihkan.
Para mahasiswa tersebut membuat berbagai tulisan untuk mengugah masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam kolong. Para mahasiswa KKN ini juga membuat ayunan dari ban bekas hingga patung minion dari ban bekas sebagai sarana bermain anak-anak.
Bahkan mereka membentuk Komunitas Pecinta Kolong (KPK) yang beranggotakan mahasiswa, masyarakat hingga pelajar agar mencintai kolong. Namun upaya ini sepertinya belum berjalan maksimal.
Kesadaran para pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan juga masih rendah.
Beberapa pengunjung juga menyayangkan banyaknya sampah yang berserakan di Kolong Apat ini.
"Sayang kalau banyak sampah seperti ini, kesannya jorok," ungkap Yati warga Sungailiat yang berkunjung ke hutan wisata.
Dia berharap sampah-sampah ini bisa diambil dan dimanfaatkan menjadi barang yang berguna.
Kendati ada petugas kebersihan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka yang setiap hari bertugas membersihkan sampah di hutan wisata ini, namun sampah di kolong ini tidak ikut dibersihkan sehingga menumpuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kolong-afat_20160102_174553.jpg)