Jokowi Borong Burung di Pasar Pramuka Dinilai Beri Contoh Buruk

Organisasi Non Pemerintah Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group menyesalkan tindakan Presiden Joko Widodo memborong burung di Pasar Pramuka

Jokowi Borong Burung di Pasar Pramuka Dinilai Beri Contoh Buruk
facebook
Jokowi membeli 190 ekor burung berbagai jenis dari Pasar Pramuka pada Sabtu (2/1/2016) kemudian melepaskannya di Kebun Raya Bogor, Minggu. 

Ditulis oleh : Marison Guciano

BANGKAPOS.COM - Organisasi Non Pemerintah Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group menyesalkan tindakan Presiden Joko Widodo memborong burung di Pasar Pramuka, Jakarta untuk kemudian dilepaskannya lagi.

Dalam akun facebooknya, Presiden Jokowi mengunggah foto dirinya melepaskan sejumlah burung yang dibelinya di Pasar Pramuka pada Sabtu (02/1/2015).

Menurut Direktur Scorpion, Gunung Gea, tindakan Jokowi yang dimaksudkan untuk menjaga ekosistem dengan cara memborong burung di Pasar Pramuka merupakan cara yang keliru.

Gunung menjelaskan, hampir semua burung di Pasar Pramuka diperdagangkan secara ilegal karena diambil langsung dari habitatnya di alam liar.

"Cara Jokowi itu justeru menegaskan tidak adanya upaya penegakan hukum terhadap perlindungan satwa liar,” katanya.

Ia menilai, jika Jokowi ingin menjaga ekosistem, seharusnya ia memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengendalikan pengambilan burung dari alam.

"Meskipun burung yang dibeli tidak dilindungi, tetapi pengambilan satwa satwa liar di Pasar Pramuka dilakukan tanpa izin,” katanya.

Dijelaskan Gunung, Pasar Pramuka adalah salah satu pasar satwa terbesar yang banyak memperdagangkan satwa liar secara ilegal.

Ia mencotohkan peristiwa baru baru ini ketika petugas BKSDA Jawa Timur berhasil menyita 2400 burung yang diambil secara ilegal dari Kalimantan Timur dan hendak dikirim ke Pasar Pramuka di Jakarta.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved