Gerindra Tidak Akan Ikut Jokowi-Jusuf Kalla

Gerindra siap menjadi satu-satunya partai di luar pemerintahan.

Gerindra Tidak Akan Ikut Jokowi-Jusuf Kalla
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Hatta Rajasa menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara penandatanganan Koalisi Merah Putih Permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, partainya siap menjadi satu-satunya partai di luar pemerintahan, jika sejumlah partai yang selama ini tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) memilih mendukung pemerintah.

"Kami menyatakan siap menjadi oposisi tunggal. Kami tidak akan ikut pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla," ujar Arief dalam diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2016).

Arief mengatakan, partainya tidak mempersoalkan kebijakan partai lain yang memilih mendukung pemerintahan.

Menurut dia, Partai Gerindra akan tetap menjadi partai oposisi yang akan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak mendukung kesejahteraan bagi rakyat.

Ia menilai, kebijakan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie yang ingin menjadi pendukung pemerintah akan menguntungkan pemerintahan. Pasalnya, Golkar selama ini dinilai cukup menguasai politik di parlemen.

Partai Golkar di bawah Aburizal Bakrie sebelumnya mempertimbangkan bergabung dengan pemerintah setelah mendapatkan rekomendasi dari para pengurus DPD I. Rekomendasi ini akan dibawa dan diputuskan dalam rapimnas.

Kemudian, Sekjen PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Natakusuma, juga sudah menyatakan keinginannya untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Adapun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai ingin bergabung ke pemerintahan setelah Presiden PKS Sohibul Iman menemui Presiden Jokowi.

Namun, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan, partainya akan tetap berada di luar pemerintahan bersama KMP.

Hidayat mengatakan, langkah PKS yang datang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara tidak perlu diartikan sebagai tanda hendak merapat ke pemerintah. Menurut dia, pertemuan tersebut adalah murni silaturahim.

Menurut dia, tak ada salahnya jika parpol di luar pemerintah melakukan silaturahim dengan Presiden.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved