Istana Senang Golkar Bergabung Asal Tak Minta Jatah Menteri

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyambut baik jika Partai Golkar akan memberikan dukungan pada pemerintahan Joko Widodo.

Istana Senang Golkar Bergabung Asal Tak Minta Jatah Menteri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekretaris Kabinet Pramono Anung turun dari mobilnya saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/10/2015). Kedatangan Pramono Anung atas undangan pihak KPK untuk membahas rencana strategis (renstra) pimpinan KPK periode 2015-2019. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyambut baik jika Partai Golkar akan memberikan dukungan pada pemerintahan Joko Widodo.

Akan tetapi, Pramono mengingatkan bahwa partai politik tidak meminta imbal balik saat memberikan dukungan pada pemerintah.

"Kalau ada partai yang mau bergabung atau beri dukungan, pemerintah dengan senang hati. Tapi yang penting jangan kemudian meminta untuk jabatan kementerian," kata Pramono, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Pramono menegaskan, penunjukkan menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

Penunjukan menteri akan dilakukan berdasarkan kebutuhan kabinet yang dibentuk Presiden, bukan atas tekanan pihak tertentu.

"Tentunya (Presiden) yang paling mengetahui siapa yang akan diajak bergabung atau tidak," ujarnya.

Terkait konflik kepengurusan Partai Golkar, Pramono menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mencampuri hal tersebut.

Pemerintah, kata Pramono, menyerahkan pada mekanisme Golkar untuk menyelesaikan permasalahannya.

"Pemerintah tidak ingin ikut campur persoalan atau konflik, perbedaan pandangan dan pendapat yang terjadi di Golkar. Pemerintah tidak ingin dalam ruang itu," ucap Pramono.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved