Jumput Cempedak, Makan Sebutir Pasti Tak Akan Cukup
Buah Cempedak, sendiri adalah sejenis buah mirip Nangka yang harum baunya.
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: edwardi
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
TRIBUNNEWS, BANGKA -- Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bangka, bulan Januari adalah bulan yang paling tepat lantaran di pulau ini sedang banjir buah-buahan seperti durian dan cempedak.
Buah Cempedak, sendiri adalah sejenis buah mirip Nangka yang harum baunya.
Buah endemik yang tumbuh di kebun maupun hutan di Pulau Bangka ini dapat ditemukan di sejumlah titik jalan di Pangkalpinang serta di pasar-pasar tradisional di kota ini.
Oleh masyarakat pulau Bangka biasanya dijadikan sejenis kue sederhana bernama Jumput Cempedak.
Sementara bijinya tidak dibuang begitu saja karena bisa diolah menjadi camilan dengan cara direbus.
Camilan ini oleh masyarakat setempat populer dengan sebutan biji Temauk.
Jika hasil panenan Cempedak sedang melimpah, masyarakat setempat mengolahnya menjadi penganan bernama Lempok Cempedak.
Penganan ini bisa bertahan berbulan-bulan dan biasanya menjadi buah tangan bagi pengunjung yang datang berwisata ke Pulau Bangka.
Sementara jika diolah menjadi Jumput Cempedak, ciri khas penganan ini adalah bau harum yang menggoda panca indera.
Camilan manis nan legit ini paling cocok dinikmati bersama secangkir kopi.
Apalagi dinikmati kala sedang musim hujan yang hampir tiap hari turun di Pulau Bangka saat ini, dijamin satu buah kue saja tak akan cukup.
Sayangnya camilan ini tidak setiap saat bisa dinikmati lantaran buah Cempedak adalah buah musiman yang berbuah setahun sekali.
"Saat ini baru mulai musim Cempedak. Ini saya ambil dari kampung-kampung di Bangka Tengah. Musim Cempedak ini kemungkinan hingga usai lebaran Tionghoa (Imlek) nanti," ungkap Zainal salah seorang penjual Cempedak di jalan Jelutung Pangkalpinang, Selasa (12/1).
Ia mengungkapkan buah-buah yang harum baunya itu ia jual dengan harga terendah Rp 5000 untuk ukuran kecil dan Rp 25.000 untuk ukuran besar.
Ada berbagai jenis Cempedak yang populer di Pulau Bangka karena memiliki daging buah yang berwarna kuning tua dan berdaging tebal seperti Cempedak ular serta Cempedak tikus.
"Sekarang pasokan Cempedak jauh berkurang karena pohonnya makin berkurang. Biasanya pohon cempedak ditebang untuk dibuat kusen," ujar Zainal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jumput-cempedak_20160112_191744.jpg)