Kepala KUA di Manggar Ini Nilai Buku Nikah Era Maftuh Basyuni Lebih Baik
Kantor Urusan (KUA) Manggar telah menerima 100 pasang Buku Nikah versi terbaru pada 2016.
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kantor Urusan (KUA) Manggar telah menerima 100 pasang Buku Nikah versi terbaru pada 2016.
Aminulloh mengatakan, pada prinsipnya buku nikah terbaru saat ini sama saja dengan buku nikah versi sebelumnya.
Namun, secara pribadi, dia menilai, buku nikah pada masa Menteri Agama Maftuh Basyuni lebih baik ketimbang buku nikah pada masa Menteri Agama Suryadharma Ali ataupun Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
"Karena di situ dicantumkan status suami dan istri. Perjaka atau duda, perawan atau janda. Di buku nikah yang baru ini tidak ada, calon mempelai harus menulisnya sendiri. Memang disediakan kolom dan disitu ada catatan perkawinan yang diisi dengan berapa kali sudah menikah, rujuk berapa kali," bebernya kepada Pos Belitung, Rabu (13/1/2016).
"Sedangkan status perjaka atau duda itu tidak dicantumkan sehingga Disdukcapil biasanya bingung. Mereka minta KUA untuk menuliskan pakai tulisan tangan," katanya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kua-manggar_20160113_171622.jpg)