Minggu, 12 April 2026

Ayah Bomber Sarinah Sebut Anaknya Jadi Korban Cuci Otak

Orangtua Dian Juni Kurniadi menolak tuduhan putranya merupakan teroris.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas mengangkat jenazah korban peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Ledakan bom yang disusul baku tembak yang dilakukan oleh 7 orang pelaku dengan korban tewas 3 orang dan 4 orang dilumpuhkan. 

BANGKAPOS.COM, TEGAL - Dian Juni Kurniadi (25), telah dinyatakan sebagai bomber bunuh diri di pos polisi depan gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Namun orangtua Dian menolak tuduhan putranya merupakan teroris.

“Anak saya itu lugu, saya yakin dan menjamin Dian tidak pernah punya niat melakukan hal itu apalagi terjerumus aksi terorisme. Saya tegaskan lagi dia hanya korban cuci otak,” tegas ayah Dian, Sutopo di rumahnya, Desa Pegirikan,Tegal, Jateng, Selasa (19/1).

Ia menyatakan Dian telah mengalami cuci otak dan dipengaruhi warga Tegal lainnya, Ali Mahmudin (39).

Ali dan Fahrudin telah ditangkap tim Densus 88 Antiteror, sehari setelah teror di Jakarta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved