Jumat, 10 April 2026

Kelompok Santoso Intimidasi Warga untuk Dapatkan Logistik

Santoso beserta seluruh pengikutnya harus segera dihentikan karena sudah sangat meresahkan.

Editor: fitriadi
Santoso 

BANGKAPOS.COM, MAKASSAR - Perburuan terhadap kelompok bersenjata pimpinan Santoso terus dilakukan oleh aparat gabungan dari TNI dan Polri di Poso, Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Sudarto mengatakan Santoso beserta seluruh pengikutnya harus segera dihentikan karena sudah sangat meresahkan.

Salah satu hal yang dilakukan oleh kelompok Santoso yang dianggap sangat meresahkan adalah upaya mereka dalam mendapatkan logistik.

"Mereka mendapatkan logistik dari bantuan masyarakat, tapi tentunya dengan cara-cara mengintimidasi masyarakat," kata Sudarto, Selasa (19/1/2016) di Makodam VII Wirabuana, jalan Urip Sumiharjo Makassar, Sulawesi Selatan.

Tak hanya logistik, pasokan senjata kelompok Santoso juga didapatkan dari bantuan, namun belum diketahui jelas siapa yang menjadi pemasoknya.

Karo Ops Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Herry Nahak mengatakan selama 60 hari ke depan, pasukan gabungan akan berusaha melumpuhkan Santoso.

"Sekitar lebih dari 2400 aparat gabungan yang terdiri 918 TNI dan 1500-an Polisi akan berusaha menghentikan kelompok Santoso," kata Herry.

Pasukan tersebut tergabung dalam operasi Tinombala, yang sebelumnya bernama operasi Camar Maleo.

"Semoga operasi yang kedua ini dapat berjalan tuntas dan kelompok Santoso dapat segera dihentikan termasuk mencari tahu siapa pemasok senjata mereka," tutur Herry.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved