Hasanudin: Jembatan Baturusa II Bikin Saya Seperti Minum Obat
Persoalan proyek pembangunan jembatan Baturusa II hingga menelan dana ratusan miliar sampai saat ini tak kunjung rampung.
Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Persoalan proyek pembangunan jembatan Baturusa II hingga menelan dana ratusan miliar sampai saat ini tak kunjung rampung.
Padahal sebelumnya proyek mega tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2016.
Kondisi tersebut membuat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung (DPU Prov Babel), Hasanudin mengaku sampai saat ini menjadi beban moril baginya.
Bahkan menurutnya dalam dua pekan terakhir ini hampir setiap hari dirinya jarang duduk lama di ruang kerjanya lantaran selalu terjun ke lapangan guna mengawasi pelaksanaan pekerjaan penyelesaian proyek jembatan yang telah menelan dana mencapai sebesar Rp 430 M itu.
"Jembatan Baturusa II bikin saya seperti minum obat. Akhir-akhir ini dalam seharinya bisa tiga kali turun ke lapangan guna mengawasi penyelesaian pekerjaan jembatan Baturusa II itu," kata Hasanudin ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2016).
Sebelumnya dalam pertemuan ia dengan wakil gubernur Babel (Hidayat Arsani) belum lama ini, Hasanudin dihadapan wartawan mengatakan pola kerja jembatan Baturusa direncanakan ada 3 (tiga) pola yakni sistem manual, operator dan sensor.
Sekedar diketahui, jembatan Baturusa II dibangun sepanjang 700 meter dengan lebar sekitar 24 meter. Jembatan ini akan melintasi Sungai Ketapang, menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dsc_6501_20150923_140921.jpg)