Breaking News:

Kalo Bandel Sopir Angkot Juga Kena Tilang

Selama ini banyak sopir yang tidak membayar retribusi ketika masuk ke terminal di Kota Pangkalpinang

Bangka Pos / Agus Nuryadhyn
Suasana angkot di terminal Pasar Ramayana Pangkalpinang 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Tahun ini, penerimaan retribusi dari tempat pemungutan retribusi (TPR) di terminal di Kota Pangkalpinang ditargetkan sebesar Rp 100 juta.

Angka itu naik Rp 20 juta dibanding target tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 80 juta.

"Di 2015, target kita 80 juta dan realisasinya 81 juta," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pangkalpinang, Anggo Rudi, belum lama ini.

Menurut Anggo, realisasi penerimaan retribusi tersebut seharusnya lebih besar lagi.

Namun, selama ini banyak sopir yang tidak membayar retribusi ketika masuk ke terminal di Kota Pangkalpinang.

Padahal, kata Anggo, nilai retribusinya tidak terlalu besar yakni Rp 4.000 untuk bus, Rp 3.000 untuk kendaraan L-300, dan 2.000 untuk kendaraan lainnya.

Dia tidak mengetahui secara pasti alasan sebagian sopir enggan membayar retribusi ketika masuk ke terminal di ibu kota Provinsi Bangka Belitung tersebut.

"Kita memiliki tiga terminal, yakni Terminal Selindung, Keramat dan Girimaya. Setiap TPR ada dua petugas yang diawasi PPNS. Jadi tidak mungkin ada kebocoran (retribusi terminal--red)," ujarnya.

Lebih lanjut, Anggo mengatakan, realisasi penerimaan retribusi tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan mengingat tidak sedikitnya jumlah bus maupun angkutan kota (angkot) di Pangkalpinang.

Jumlah angkot saja terdata sebanyak 600 unit dan sekitar 400 di antaranya masih beroperasi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved