Sabtu, 11 April 2026

Ini Alasan Warga Kesal Terhadap Ahmadiyah di Sungailiat

JAI sejak 2010 berada di Bangka tetap berdakwah tidak menghindahkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri dan SK Bupati Bangka.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: fitriadi
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Warga mendatangi Sekretariat Jemaat Ahamdiyah Indonesia (JAI Provinsi Bangka Belitung di Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Minggu (24/1/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tokoh Agama Kabupaten Bangka Ustadz Al Farhan Habib At Turki mengatakan warga kesal dan marah terhadap Ahmadiyah yang beraktivitas di Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Lingkungan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Menurut Ustadz Al Farhan Habib At Turki, JAI sejak 2010 berada di Bangka tetap berdakwah tidak menghindahkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri dan SK Bupati Bangka.

"Mereka tidak konsekuen. Mereka bicara soal hak azasi manusia. Berkeyakinan boleh saja, bahkan mendirikan agama baru malah aman. Jadi masalahnya itu. Mereka dompleng nyempel Islam itu yang merusak tatanan NKRI," kata Ustadz Al Farhan Habib At Turki, Minggu (24/1/2016).

Habib menambahkan, Jemaah Ahmadiyah membagikan duit dan daging atas nama bhakti sosial.

"Dakwah dengan perbuatan atau bilhal lebih cepat menyentuh dibandingkan dengan dakwah billisan," kata Ustadz Al Farhan Habib At Turki.

Habib khawatir nama-nama warga yang mendapatkan bantuan dari Ahmadiyah ini disalahgunakan mereka.

"Sudahlah jika berbicara sesat tidak sesat itu sudah selesai yang merupakan ranah MUI. Masalahnya di kampung kita mereka sudah melanggar kesepakatan itu dan kesabaran warga sudah cukup sejak 2010 kembali mereka ke negeri asalnya," kata Ustadz Al Farhan Habib At Turki.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved