Bupati dan Warga Minta Ahmadiyah Hengkang dari Bangka

Tarmizi mengatakan dirinya mengaku tidak memperpanjang cerita saat bertemu dengan pengururs JAI Provinsi Bangka Belitung.

Bupati dan Warga Minta Ahmadiyah Hengkang dari Bangka
dok. bangkapos.com
Warga mendatangi Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Provinsi Bangka Belitung di Lingkungan Srimenanti Kecamaatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Minggu (24/1/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan warga menyeruduk sebuah rumah di kawasan Srimenanti Kecamatan Sungailiat, Bangka, Minggu (24/1) pagi.

Warga meminta penghuni rumah yang menjadi Sekretariat Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk angkat kaki dari lokasi tersebut.

Menurut warga, aksi mereka tersebut, bukan pertama kali dilakukan. Mereka sudah sering meminta kepada orang-orang di rumah tersebut untuk tidak beraktivitas di sana.

"Kami sudah hilang kesabaran. Dulu juga kayak ini, kami mau usir paksa ditahan aparat ujung-ujungnya mereka tetap di sini sudah enam tahun," ujar Mustar seorang warga.

Warga kesal karena pihak Ahmadiyah masih melakukan kegiatan dakwah walaupun mereka beralasan itu hanya internal.

Bupati Bangka Tarmizi dan Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana juga datang ke lokasi dan langsung menemui pengurus JAI Bangka Belitung yang berada di dalam sekretariat. Bupati meminta para pengikut Ahmadiyah untuk sesegera mungkin meninggalkan Kabupaten Bangka karena sejak awal kedatang sudah ditolak oleh warga.

Tarmizi awalnya memberikan waktu tiga hari kepada pihak Ahmadiyah untuk hengkang dari Kabupaten Bangka. Batas waktu tersebut ditolak dan ditawar oleh pihah Amadiyah.

Ahmad Syaf'i, Mubalik Jemaat Ahmadiyah Wilayah Bangka Belitung mengatakan mereka perlu waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri. Selain itu juga masih berkoordinasi dengan pimpinan pusat Ahamdiyah di Jakarta.

"Saya rasa kalau tiga hari itu terlalu singkat kami juga perlu meminta arahan dari pimpinan kami," katanya kepada bupati.

Setelah berenogisasi disaksikan juga oleh Kapolres Bangka akhirnya disepakati Bupati Bangka memberikan waktu selama dua minggu dengan batas akhir 5 Februari 2015.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved