Digrebek Polisi, Penjudi Dadu Lari Terobos Kebun Sawit

Jajaran Polda Bangka Belitung menangkap dua perempuan terkait kasus judi toto gelap (togel). Polisi juga mengamankan tiga pria

Digrebek Polisi, Penjudi Dadu Lari Terobos Kebun Sawit
ilustrasi judi togel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jajaran Polda Bangka Belitung menangkap dua perempuan terkait kasus judi toto gelap (togel). Polisi juga mengamankan tiga pria di kawasan Teluk Uber, Kecamatan Sungailiat, Bangka, karena tertangkap berjudi kodok-kodok.

Dua perempuan yang terlibat judi togel itu masing-masing, Rumiyati (49) warga jalan Belanak Air Salemba Kota Pangkalpinang dan Efie warga jalan MS Zainudin Air Salemba.

"Keduanya diamankan Minggu (24/1). Mereka dipastikan mengedarkan toto gelap, itu diperkuat barang bukti yang diamankan dari tangan mereka," kata Kabid Humas Polda Kep Bangka Belitung (Babel), AKBP Abdul Mun'im Senin (25/1).

Ia menambahkan, kedua pelaku diamankan dengan sejumlah barang bukti.

Untuk tersangka Rumiyati berupa dua pulpen, satu kalkulator, satu buah buku mimpi, dua buah HP Nokia, dua lembar kertas rekapan togel dan uang sebesar Rp 60 ribu.

Sedangkan dari tangan Efie berupa satu unit HP merk Nokia, satu unit HP Blackberry dan uang sebesar Rp 235 ribu.

Awalnya polisi mengamankan Rumiyati kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan Efie.

"Saat ini kedua pelaku diamankan di Dit Krimum Polda Babel bersama barang bukti dan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian," kata Mun'im.

Sementara itu, tiga penjudi kodok-kodok diamankan tim Jatanras Krimum Polda Babel di kawasan Teluk Uber, Sungailiat pada Selasa (19/1) lalu.

Dari puluhan warga yang ikut bermain di dalam kebun sawit tersebut, polisi hanya berhasil mengamankan tiga orang. Lainnya melarikan diri saat petugas datang.

Barang bukti yang diamankan sejumlah uang, lapak kodok kodok, dua set buah dadu, tiga mangkok dan satu piring. "Para pelaku masih menjalani pemeriksaan," kata Muni'im

Ia mengatakan, Kapolda Babel, Brigjen Pol Drs Gatot Subiyaktoro mengimbau seluruh masyarakat Babel untuk menghentikan aktivitas perjudian karena dapat merusak mental.

Judi dapat menyebabkan orang malas bekerja karena hanya mengharapkan impian kosong belaka.

Kapolda juga berharap seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat yang ada di Babel untuk bersama sama dapat mencegah masyarakat menghindari berbagai jenis perjudian. (die)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved